Siapa Josepha? Siswi SMAN 1 Pontianak Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR, Ini Prestasinya
Josepha “Ocha” siswi SMAN 1 Pontianak viral protes juri LCC MPR RI, diapresiasi DPR & ditawari beasiswa kuliah ke China.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Josepha “Ocha” siswi SMAN 1 Pontianak viral usai protes juri LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar.
- Keberaniannya menuai apresiasi DPR RI M. Rifqinizamy yang mengundangnya ke Jakarta dan menawarkan beasiswa kuliah ke China.
- Ocha dikenal berprestasi, aktif literasi, dan kini jadi sorotan publik nasional
TRIBUNNEWS.COM - Siswi SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra Roxa Potifera atau akrab disapa Ocha menjadi perhatian publik usai polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026).
Nama Ocha ramai diperbincangkan setelah keberaniannya memprotes keputusan dewan juri yang menyatakan jawabannya salah dalam sesi rebutan soal terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Meski sempat viral karena perdebatan tersebut, keberanian siswi kelas 11 itu justru menuai apresiasi luas, termasuk dari anggota DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda.
Dalam percakapan telepon yang dibagikan melalui media sosial, Rifqinizamy mengundang Ocha datang ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan anggota MPR RI.
"Josepha nanti jam 1 siang ke Jakarta ya difasilitasi oleh MPR ya," ujarnya saat berbicara dengan Ocha, Selasa (12/5/2026).
Ocha kemudian menyatakan siap memenuhi undangan tersebut bersama pihak sekolah yang akan mendampinginya.
"Iya benar pak, terimakasih pak. Yang mendampingi bu Indah selaku Kepsek, lalu ada pak Rio selaku Waka Humas, dan Bu Heni selaku pembimbing," ujarnya.
Tak hanya mengundang ke Jakarta, Rifqinizamy juga menawarkan beasiswa kuliah gratis ke China kepada Ocha setelah lulus SMA.
"Ketiga, kalau Yosepha berkenan abang mau kasih kuliah gratis ke China, nanti kasih tau orang tua, kalau mau nanti begitu selesai dari SMAN 1 Pontianak, Yosepha akan abang berikan beasiswa kuliah ke China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinsional kalau sudah lulus kuliah di China, nanti silakan rembukkan dengan orang tua dan guru," ujarnya.
Baca juga: Fakta-Fakta LCC 4 Pilar Kalbar Viral Berujung MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC
Dalam kesempatan itu, Rifqinizamy yang juga alumni SMAN 1 Pontianak turut menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dalam ajang LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.
"Saya anggota DPR RI, satu-satunya alumni SMA Negeri 1 Pontianak yang menjadi anggota DPR MPR di Jakarta saya minta maaf kalau ada kesalahan dalam proses loma LCC tingkat final di Kalbar, nanti secara institusi MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf," ujarnya.
Ia juga meminta Ocha mengambil hikmah dari kejadian tersebut.
"Kedua karena sekarang Yosepha sudah kelas 11 SMA, abang bangga dengan Yosepha sebagai dutanya SMAN 1 yang sekarang sudah menasional, dengan adanya peristiwa ini kita ambil hikmahnya peristiwa ini," ungkapnya.
Baca juga: Soal LCC 4 Pilar MPR RI, SMAN 1 Sambas Sempat Unggah Pernyataan Sikap lalu Dihapus
Sosok Josepha Alexandra Roxa Potifera
Dikutip dari akun Instagram resmi SMAN 1 Pontianak, Ocha dikenal sebagai siswi yang berprestasi.
Ocha dikenal sebagai siswi berprestasi SMAN 1 Pontianak.
Berikut beberapa deretan prestasi yang diraihnya:
- Juara 2 LCC Kebangsaan (2025)
- Juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar (2025)
- Juara 2 LCC Empat Pilar MPR RI (2026)
Aktif di organisasi Generasi Berliterasi (Gebrasi Pontianak)
Selain akademik, ia juga aktif dalam kegiatan literasi dan pengembangan remaja di Pontianak.
Polemik LCC Empat Pilar Kalbar bermula saat Regu C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai minus lima atas jawaban mengenai proses pemilihan anggota BPK.
Dalam tayangan yang viral di media sosial, Ocha menjawab pertanyaan dengan menyebut bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan presiden.
Namun jawaban tersebut dinyatakan salah oleh dewan juri yang dipimpin Dyastasita WB.
Tak lama kemudian, pertanyaan yang sama dijawab Regu B dari SMAN 1 Sambas dengan substansi serupa dan dinyatakan benar dengan nilai penuh.
“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” kata peserta Regu C saat memprotes keputusan juri.
Menanggapi protes tersebut, dewan juri menyebut jawaban Regu C dianggap tidak terdengar jelas saat menyebut unsur DPD.
“Keputusan saya kira di dewan juri ya,” kata Dyastasita.
Dewan juri lainnya, Indri Wahyuni menjelaskan bahwa artikulasi menjadi bagian penting dalam penilaian lomba.
“Begini ya, kan sudah diingatkan dari awal, artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas, dewan juri kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” katanya.
Polemik tersebut memicu kritik publik terhadap objektivitas penilaian dewan juri hingga akhirnya mendapat perhatian pimpinan MPR RI.
Baca juga: MC LCC 4 Pilar Kalbar Minta Maaf usai Sebut Mungkin Perasaan Adik-adik Saja saat Peserta Protes
MPR RI Minta Maaf
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman kemudian menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar dalam keterangan resmi MPR RI.
Sebagai tindak lanjut, MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI juga menonaktifkan dewan juri dan MC pelaksanaan LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat.
“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis pernyataan resmi MPR RI.
Selain itu, MPR RI menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, serta tata kelola keberatan dalam perlombaan.
Dikutip dari akun Instagram resmi SMAN 1 Pontianak, Ocha dikenal sebagai siswi berprestasi dan aktif dalam kegiatan literasi remaja di Pontianak.
Beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain Juara 2 LCC Kebangsaan 2025, Juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar 2025, serta Juara 2 LCC Empat Pilar MPR RI 2026.
Selain itu, ia juga aktif di organisasi Generasi Berliterasi (Gebrasi Pontianak).
Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Viral LCC 4 Pilar MPR RI, Sosok Siswi Pontianak Dapat Apresiasi hingga Beasiswa ke Luar Negeri
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.