Pengakuan Bendahara Desa di Serang Bawa Kabur Dana Rp1 M dan Hanya Disisakan Rp47 Ribu
Bendahara Desa Petir, Kabupaten Serang mengaku uang desa Rp1 miliar yang ia bawa kabur dipergunakan untuk bermain judi online (judol) dan bayar utang.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Bendahara Desa Petir di Kabupaten Serang membawa kabur dana Rp1 miliar.
- Ia sempat buron sebelum ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Kawasan Sayabulu, Kota Serang pada Senin (4/5/2026) malam.
- Dari pengakuannya, uang desa itu ia pergunakan untuk judi online dan membayar utang.
TRIBUNNEWS.COM - Program Dana Desa merupakan satu di antara kebijakan strategis pemerintah Indonesia untuk mempercepat pembangunan dari tingkat paling bawah, yaitu desa.
Sejak diberlakukannya melalui Undang-Undang Desa pada tahun 2014, pemerintah mengalokasikan triliunan rupiah setiap tahun guna meningkatkan infrastruktur, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan kesejahteraan warga desa.
Namun di balik tujuan mulia tersebut, muncul persoalan serius yang menghambat efektivitas program, yakni korupsi dana desa.
Kasus penyalahgunaan anggaran desa terus ditemukan di berbagai daerah, mulai dari penggelapan dana, proyek fiktif, mark-up anggaran, hingga penyalahgunaan wewenang oleh aparat desa.
YS (44), bendahara Desa/Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, diduga menilap dana desa Rp1 miliar.
Ia sempat buron, sebelum akhirnya ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Kawasan Sayabulu, Kota Serang pada Senin (4/5/2026) malam.
Terbaru, YS memberikan pengakuan terkait uang desa yang ia bawa kabur.
Uang hasil korupsi itu diduga dipergunakan YS untuk bermain judi online (judol) dan membayar utang.
YS hanya menyisakan saldo di kas Desa Petir Rp47.000.
Demikian disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Serang, AKP Andi Kurniady saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/5/2026).
Penyidik saat ini tengah mendalami aliran dana melalui sejumlah rekening bank.
Baca juga: Besaran Dana Desa usai Dipangkas untuk Koperasi Merah Putih, Jateng Merosot Jadi Rp2,1 Triliun
Baik atas nama YS maupun pihak lain. Hal ini untuk memastikan ke mana saja uang tersebut mengalir.
"Semua rekening yang datanya kami peroleh akan dibuka. Termasuk menelusuri aset seperti tanah yang mungkin diatasnamakan orang lain," kata Andi.
Ditemukan Banyak Akun Pinjol
Sebelumnya, Kepala Desa Petir, Wahyudi sempat menelusuri riwayat transaksi YS melalui sang istri.
Hasilnya, ditemukan puluhan akun pinjaman online (pinjol).
Baca tanpa iklan