Dindikbud Kalbar Usul SMAN 1 Pontianak Tampil di Grand Final LCC 4 Pilar MPR, Ini Alasannya
Polemik LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Pemprov ajak junjung sportivitas, Wapres Gibran beri perhatian pada pelajar Pontianak.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Polemik penjurian LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar memicu sorotan publik.
- Pemprov mengajak junjung sportivitas dan persatuan.
- Tim SMAN 1 Pontianak mendapat undangan Wapres Gibran ke Jakarta sebagai bentuk perhatian.
- MPR RI minta maaf, menonaktifkan juri, sementara gugatan hukum diajukan ke PN Jakpus
TRIBUNNEWS.COM - Polemik penjurian dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik.
Di tengah dinamika yang berkembang, Pemerintah Provinsi Kalbar mengajak seluruh pihak tetap menjunjung sportivitas dan menjaga semangat persatuan di kalangan pelajar.
Baca juga: MPR Minta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Diulang: Jurinya Arogan, Mereka Harus Belajar dari Peserta
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Alqadri, menegaskan bahwa ajang tersebut sejatinya bukan hanya kompetisi akademik semata, melainkan sarana memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya, LCC 4 Pilar MPR RI menjadi wadah bagi pelajar untuk memperdalam pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Terkait berbagai dinamika dan polemik yang berkembang, kami berharap semuanya dapat disikapi secara dewasa dan tetap mengedepankan persatuan serta pembinaan generasi muda,” ujar Faisal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim SMAN 1 Pontianak atas penampilan dan perjuangan mereka selama kompetisi berlangsung. Bahkan, pihaknya telah menyampaikan langsung kepada panitia agar SMAN 1 Pontianak dipertimbangkan tampil dalam Grand Final LCC 4 Pilar MPR RI di Jakarta pada 18 Agustus mendatang.
“Saya tadi sudah menyampaikan sebagai bentuk apresiasi kepada tim SMAN 1 Pontianak, agar panitia juga dapat mempertimbangkan dan menetapkan SMAN 1 Pontianak sebagai peserta Grand Final di Jakarta nanti,” katanya.
Jika usulan tersebut diterima, Kalimantan Barat berpotensi memiliki dua wakil pada ajang nasional tersebut, yakni SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak.
“Harapan kita tentu agar putra-putri terbaik Kalbar bisa tampil maksimal dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” tambahnya.
Faisal juga mengajak semua pihak menjaga kondusivitas dan menjadikan kompetisi tersebut sebagai momentum mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan pelajar Kalimantan Barat.
Sebelumnya, polemik LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar sempat viral di media sosial dan memunculkan beragam respons publik terkait proses penjurian dalam babak final kompetisi tersebut.
Baca juga: Usai Polemik LCC MPR, Tim SMAN 1 Pontianak Diundang Wapres Gibran, Satu Pesawat dengan Selvi
Diundang Wapres Gibran
Nama Josepha Alexandra Roxa Potifera atau Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral usai polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat, kini mendapat perhatian langsung dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Ocha bersama rekan-rekan satu timnya diundang ke Jakarta untuk bertemu Wakil Presiden setelah ramai menjadi sorotan publik terkait dugaan ketidakadilan dalam pelaksanaan LCC 4 Pilar tingkat Provinsi Kalbar.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pun menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada para pelajar tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan dirinya dihubungi langsung oleh tim Wakil Presiden untuk menyampaikan undangan kepada peserta LCC dari SMAN 1 Pontianak.
Baca tanpa iklan