Profil Achmad Syahri, Anggota DPRD Jember Asyik Merokok dan Main Game saat Rapat, Hartanya Rp2,6 M
Achmad Syahri As Siddiqi viral usai ketahuan merokok dan main game saat rapat DPRD Jember hingga menuai kecaman publik.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Anggota DPRD Jember Achmad Syahri As Siddiqi viral karena merokok dan bermain game saat rapat Komisi D bersama Dinkes, BPJS, dan kepala puskesmas.
- Aksi politikus muda Gerindra itu menuai kecaman warganet, sementara Ketua DPRD Jember menyebut Badan Kehormatan sedang mendalami kasus dan menyiapkan sanksi.
- Achmad Syahri lahir di Jember pada 21 Juni 1999, menjadi anggota DPRD termuda periode 2024-2029, serta melaporkan harta kekayaan Rp2,68 miliar di LHKPN 2025.
TRIBUNNEWS.COM - Kelakuan wakil rakyat kembali menjadi sorotan publik di Indonesia dan memicu kritik dari warganet.
Terbaru, viral anggota DPRD Jember, Jawa Timur, Achmad Syahri As Siddiqi, yang kedapatan merokok dan bermain game saat rapat berlangsung.
Aksi tersebut dinilai tidak mencerminkan etika pejabat publik saat menjalankan tugas sebagai representasi rakyat.
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, video Achmad Syahri diunggah sejumlah akun Instagram, seperti @fakta.indo.
Pada awal rekaman terlihat jelas politikus Gerindra itu tidak fokus mengikuti rapat.
Ia malah asyik main game sambil merokok, padahal ada orang yang sedang berbicara dalam forum Rapat Dengar Pendapat Komisi D bersama Dinas Kesehatan, BPJS, dan seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Jember, Senin (11/5/2026) kemarin.
Hingga hari ini, Rabu (13/5/2026), video sudah ditonton lebih dari 700 ribu kali.
Ratusan warganet ikut meramaikan dengan berbagai komentarnya.
Termasuk mengecam aksi Achmad Syahri yang merokok dan main game saat rapat.
Baca juga: Profil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Sarjana Fisika Nuklir ITB
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, Badan Kehormatan sedang melakukan pendalaman.
Akan ditentukan jenis sanksi yang akan dijatuhkan ke Achmad Syahri.
"Kami akan panggil yang bersangkutan untuk proses klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf. Dan ini menjadi catatan bagi Partai kami."
"Sebab Partai Gerindra menerapkan sistem kedisiplinan ketat. Memang dia masih muda dan baru menjadi anggota dewan, belum pernah ikut pembekalan di Hambalang," katanya, dikutip dari TribunJember.com.
Halim dalam kesempatannya juga tidak lupa meminta maaf atas kejadian ini.
Baca tanpa iklan