Siswa SMP di Sragen Belajar dari Rumah setelah Atap Sekolahnya Ambruk
Atap kelas MTs di Sragen ambruk saat KBM, siswa kini belajar daring sementara usai ruang kelas rusak parah.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen ambruk saat kegiatan belajar berlangsung.
- Usai kejadian, pihak sekolah memutuskan pembelajaran dilakukan secara daring selama sepekan.
- KBM tatap muka dijadwalkan kembali berjalan mulai Senin pekan depan.
- Siswa nantinya akan dipindahkan ke ruangan lain yang masih layak digunakan.
- Kasus ini kembali menyoroti kondisi bangunan sekolah yang rusak dan membahayakan siswa.
TRIBUNNEWS.COM - Siswa kembali jadi korban dari rusaknya bangunan sekolah.
Sejumlah siswa MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ambruk, Selasa (12/5/2026).
Sambungmacan merupakan kecamatan yang berada di bagian timur Kabupaten Sragen.
Kecamatan paling timur ini merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Dari Kota Solo, butuh waktu sekira satu jam via Tol Solo-Kertosono.
Ambruknya atap tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung.
Karena kondisi yang tidak memungkinan setelal atap ruang kelas 7 ambrol, pihak sekolah pun melakukan pembelajaran secara daring.
Mengutip TribunSolo.com, Kepala Sekolah, Mualim menuturkan, pekan ini para siswa melakukan pembelajaran tanpa tatap muka.
Sesi tatap muka atau KBM di sekolah mulai berjalan pada pekan depan.
"Kebetulan Jumat libur, sehingga minggu ini kita daring, mulai Senin KBM seperti biasa," kata Mualim, Rabu (13/5/2026).
Meski ruang kelas rusak, pembelajaran nantinya akan menggunakan ruangan lain yang masih layak.
"Nanti KBM hari Senin akan ditempatkan di ruangan yang berada di belakang ruang guru," kata dia.
Baca juga: Atap Sekolah di Sragen Ambruk, Sejumlah Siswa Luka-luka, Orang Tua Panik saat Dapat Kabar
7 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
Mengutip TribunSolo.com, ambruknya atap sekolah yang dibangun tahun 1978 ini terjadi saat pelajaran Bahasa Inggris pukul 07.30 WIB.
"Tadi pagi atap salah satu ruang kelas sekolah kami tiba-tiba roboh," ujar Cipto, Selasa (12/5/2026).
Salah seorang murid, Hafsah Aflana (14) mengatakan, para siswa di kelas sempat mendengar suara retakan dan adanya serpihan kayu yang jatuh.
Baca tanpa iklan