Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Abi Jamroh, Pengasuh Ponpes di Jepara Tersangka Pencabulan Santriwati

Polisi menangkap pengasuh Ponpes Al Anwar Jepara, Abi Jamroh (60), atas dugaan pencabulan terhadap santriwati berinisial M (19) bermodus nikah batin.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Tersangka diduga melakukan pencabulan berulang kali sejak April hingga Juli 2025 dengan memanfaatkan ancaman dan manipulasi psikologis.
  • Kasus ini terungkap setelah adik korban menemukan bukti percakapan di ponsel, yang kemudian dilaporkan oleh orang tua korban.
  • Abi Jamroh kini telah ditahan dan terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.

TRIBUNNEWS.COM - Kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren kembali mencoreng dunia pendidikan di Indonesia.

Ponpes yang seharusnya menjadi tempat pembinaan moral dan spiritual  justru tercoreng oleh tindakan bejat oknum pengasuh yang menyalahgunakan kepercayaan santri.

Polisi telah mengamankan pengasuh Ponpes Al Anwar Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah bernama Abi Jamroh (60) yang mencabuli santriwatinya, M (19).

Modus pelaku yakni ajakan pernikahan batin serta mengelabuhi psikologis korban.

Kasus pencabulan dilakukan berulang kali di dalam ponpes sejak April hingga Juli 2025.

Orang tua korban membuat laporan pada November 2025 setelah korban lulus dari ponpes.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga kini, baru ada satu laporan dan penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.

Abi Jamroh merupakan perantau asal Babalan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Baca juga: Ponpes di Mesuji Lampung Dibakar Warga, Izin Dicabut Kemenag

Ia dan almarhumah istinya sempat berjualan kerupuk keliling pada tahun 1990.

Mereka kemudian mendirikan asrama untuk santri yang kemudian dijadikan ponpes.

Salah satu warga yang enggan disebut namanya, mengatakan ponpes didirikan agar warga yang berusia sekolah dapat mendapatkan ilmu agama.

"Dulu santrinya sedikit waktu awal bangun pondok, sampai kalau santrinya ngaji itu di emperan bangunan, karena belum ada aula buat ngaji," paparnya, Selasa (12/5/2026).

Selama tinggal di lingkungan tersebut, Aji Jamroh jarang bersosialisasi.

"Kadang memang ada yang berpikiran jarang terlihat di lingkungan warga itu dilihat dari konotasi kurang baik."

"Tapi bagaimanapun kehidupan kiyai di lingkungan pondok pesantren beda dan gak bisa disamakan dengan masyarakat umum. Yang penting masih bersikap baik dan tidak memberikan dampak negatif bagi lingkungan," bebernya.

Baca juga: Kasus Pencabulan Santri Ponpes Pati, Polisi: Keluarga Ashari Belum Terbuka, Tak Mengakui

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas