Guru SD di Bondowoso Dilaporkan ke Polisi, Wali Murid: Mulutnya Ditarik
Wali murid mengaku keberatan karena anaknya disebut dengan istilah yang dianggap merendahkan.
Editor:
Erik S
Mereka mengaku aktivitas belajar mengajar terganggu dan khawatir terhadap keselamatan anak-anak di sekolah. Dalam petisi itu, wali murid menilai siswa tersebut kerap berkata kasar dan bertindak agresif.
Ketua Komite SDN Kotakulon 1 Bondowoso, Eko Suprianto, mengatakan persoalan tersebut perlu disikapi secara menyeluruh, bukan hanya melihat konflik yang kini ramai dibicarakan publik.
Menurutnya, komite sekolah kini berkoordinasi dengan berbagai pihak guna meredam situasi yang berkembang di lingkungan sekolah.
Baca juga: Aaliyah Massaid Geram Putranya di-Bully soal ‘Cucu Kesayangan’, Sentil Netizen: Brisik!
“Karena itu, kami akan menyikapinya lebih intens lagi. Apalagi sampai ada siswa-siswa yang tidak mau belajar gara-gara dampak persoalan ini,” tegasnya.
Ia menyebut dampak kasus tersebut mulai memengaruhi kondisi psikologis siswa lain. Bahkan, ada siswa yang dikabarkan enggan masuk sekolah maupun mengikuti pembelajaran karena situasi yang terjadi.
“Harapan kami, yang jelas kami ingin yang terbaik untuk semuanya. Terbaik versi komite adalah kami harus menjaga nama baik institusi sekolah,” tandasnya. (Penulis: Sinca Ari Pangistu)
Artikel ini telah tayang di Tribunjatim-timur.com dengan judul Guru SDN Kotakulon 1 Bondowoso Dilaporkan ke Polisi, Wali Murid Buat Petisi Bela Sang Guru