Prabowo Jawab Sindiran RI Bakal Kolaps Karena Nilai Tukar Rupiah: Orang Desa Nggak Pakai Dolar
Prabowo menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi nasional saat ini berada dalam posisi yang aman.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menyindir pihak yang meramalkan ekonomi Indonesia akan kolaps akibat fluktuasi nilai tukar.
- Ia menegaskan kondisi pangan dan energi nasional aman, serta masyarakat tidak perlu panik terhadap dolar AS.
- Prabowo menyebut Indonesia tetap kuat di tengah krisis global dan mengekspor komoditas ke berbagai negara.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) pagi.
Prabowo menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi nasional saat ini berada dalam posisi yang aman.
Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik dengan pergerakan mata uang dollar Amerika Serikat (AS) karena fundamental ekonomi riil di tingkat daerah tetap berjalan baik.
"Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa," ujar Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo membandingkan ketahanan Indonesia dengan negara-negara lain yang saat ini sedang mengalami kepanikan akibat krisis geopolitik global.
Menurutnya, situasi dunia memang menekan rantai pasok, namun Indonesia justru mampu bertahan bahkan mengekspor komoditas ke luar negeri.
"Sekarang sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup. 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz. Berarti pupuk terpengaruh, karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas, gas, gas. Pupuk dari urea ya, urea sangat dibutuhkan. Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia," kata Prabowo.
Ia menjabarkan sejumlah negara seperti Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil kini mengantre untuk membeli komoditas dari Indonesia, baik berupa pupuk urea maupun beras. Hal ini menjadi bukti bahwa sektor riil Indonesia berjalan di jalur yang benar.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Harga Patokan Ekspor Emas Jadi 150.555 Dolar AS Per Kg
Namun, di tengah capaian positif tersebut, Prabowo memberikan peringatan keras kepada para unsur pimpinan di dalam negeri. Ia meminta para elit dan pemegang kekuasaan untuk tetap loyal dan fokus berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.
"Tapi, nah ini, tapi, para unsur pimpinan yang harus, harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia, enggak ada pilihan. Ini banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi enggak jelas begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia," tegasnya.
Sebagai informasi, nilai tukar atau kurs rupiah bahkan semakin loyo, di mana berdasarkan pantauan pada Jumat (15/5/2026) pukul 12.00 WIB, rupiah menyentuh 17.601 per dollar AS atau melemah 70 poin setara 0,40 persen.