Bripka Arya Gugur Ditembak Saat Bertugas, Istri Kenang Sikapnya yang Mendadak Romantis
Di hari-hari terakhir hidupnya, Arya juga disebut berubah menjadi lebih romantis. Ia sering mengajak istrinya makan bersama, naik motor berdua
Editor:
Eko Sutriyanto
“Sampai sekarang anak-anak masih sering menangis dan mengigau ingin dipeluk ayahnya,” ucapnya.
Kini, aroma baju dinas Arya yang belum dicuci masih disimpan untuk mengobati kerinduan anak-anak mereka.
“Bajunya dicium anak-anak karena masih ada bau ayahnya,” kata Yovita.
Meski satu pelaku telah ditangkap dan satu lainnya tewas, Yovita berharap kasus penembakan suaminya tetap diusut hingga tuntas agar tidak ada lagi korban serupa.
“Kami minta tolong agar peristiwa ini diusut sampai ke akarnya. Cukup suami saya saja yang jadi korban,” ujarnya.
Baca juga: Benda Diduga Bom Meledak saat Evakuasi Jenazah Korban Penembakan di Papua, 7 Relawan Terluka
Sosok Berdedikasi
Sementara itu, ayah kandung korban, Sukadi, mengenang Arya sebagai sosok polisi yang sangat berdedikasi. Menurutnya, Arya menjadi anggota polisi melalui perjuangan panjang, mulai dari mengikuti bimbingan belajar hingga latihan fisik yang keras tanpa kenal lelah.
“Anak saya itu polisi yang lurus. Saya selalu berpesan, ‘Nak, jadilah polisi yang baik, cari rezeki yang halal’. Dan dia membuktikannya sampai titik darah penghabisan,” kenang Sukadi.
Bahkan setelah selesai piket, Arya tetap menunjukkan naluri melindungi masyarakat. Ia tidak membiarkan tindak kriminal terjadi di depan matanya meski harus mempertaruhkan nyawa.
Kini, perhatian Sukadi tertuju pada dua cucunya yang masih berusia 6 dan 3 tahun. Ia berharap perhatian pimpinan Polri tidak berhenti pada pengungkapan kasus saja, tetapi juga masa depan anak-anak almarhum.
Sukadi juga berharap tindakan tegas diberikan kepada para pelaku agar tidak ada lagi anggota polisi maupun warga sipil yang menjadi korban kejahatan curanmor di Lampung.
“Cita-cita Arya adalah memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Sekarang dia sudah tidak ada. Kami berharap Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda bisa memberikan perhatian khusus bagi masa depan kedua anak almarhum yang masih balita ini,” harapnya.
Diterjang Timah Panas
Kepolisian Daerah Lampung menembak pelaku Bahroni (23) selaku eksekutor penembak Bripka Arya Supena anggota Kamneg Ditintelkam Polda Lampung karena melakukan perlawanan saat polisi menangkapnya di Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Jumat (15/5/2026) pukul 05.15 WIB.
"Pelaku Bahroni sebagai eksekutor yang akan mengambil motor korban atau penembak Bripka Arya Supena. Pelaku Bahroni ditembak polisi karena melawan saat hendak ditangkap," kata Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf saat menggelar konferensi pers di Siger Lounge Mapolda Lampung, Jumat (15/5/2026).
Tim gabungan yang dipimipin oleh Kasubdit Jatanras dan Kanit Resmob Polda Lampung, bersama dengan Intel Polda Lampung, Intel Brimob Polda Lampung, Tekab Polres Lampung Timur, Tekab Polres Pesawaran dan Polsek Padang Cermin.
"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan tersangka Bahroni hingga tim langsung ke Teluk Hantu," kata ujar Helfi.