Pengakuan Pemotor Nekat Masuk Tol Semarang-Batang, Pengejaran Libatkan Pengguna Jalan
Motor nekat masuk Tol Batang–Semarang via GT Kandeman, cepat diamankan petugas JSB demi keselamatan pengguna jalan.
Editor:
Glery Lazuardi
Keberadaan ruas tol tersebut mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, sekaligus menjadi penghubung strategis jalur Trans Jawa dari Pelabuhan Merak di Banten hingga Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur.
Bagian Penting Tol Trans Jawa
Jalan Tol Semarang–Batang terhubung langsung dengan ruas Tol Pemalang–Batang di sisi barat dan Tol Semarang di sisi timur. Ruas ini juga menjadi jalur utama kendaraan menuju Semarang, Pekalongan, Tegal, Cirebon, hingga Jakarta.
Selain mendukung konektivitas antarwilayah, tol ini juga menunjang akses menuju sejumlah kawasan industri, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal.
Sempat Mangkrak Bertahun-tahun
Pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang sempat mengalami berbagai kendala sebelum akhirnya berjalan lancar.
Awalnya proyek ini dikelola oleh PT Marga Setia Puritama. Namun, proses pembangunan tidak kunjung berjalan optimal hingga akhirnya konsesi pengelolaan dicabut oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.
Pemerintah kemudian melelang ulang proyek tersebut dan dimenangkan oleh konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Toll Road, dan PT Bangun Tjipta Sarana.
Pembangunan resmi dimulai melalui groundbreaking yang dilakukan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo pada 17 Juni 2016.
Diresmikan di Jembatan Kalikuto
Ruas Jalan Tol Semarang–Batang akhirnya diresmikan pada 20 Desember 2018 oleh Presiden Jokowi di Jembatan Merah Kalikuto.
Peresmian tersebut dilakukan bersamaan dengan pengoperasian ruas Tol Pemalang–Batang dan Tol Salatiga–Kartasura sebagai bagian percepatan pembangunan Tol Trans Jawa.
Jembatan Kalikuto sendiri menjadi salah satu ikon paling terkenal di ruas tol ini karena desain lengkungnya yang unik dan membentang di atas Kali Kuto.
Daftar Gerbang Tol dan Simpang Susun
Tol Semarang–Batang memiliki sejumlah gerbang tol dan simpang susun strategis, di antaranya:
Simpang Susun Kandeman dan Gerbang Tol Kandeman
Simpang Susun Gringsing dan Gerbang Tol Gringsing
Simpang Susun Weleri dan Gerbang Tol Weleri
Simpang Susun Kendal dan Gerbang Tol Kendal