Mengenal Sosok Sultanah Hadie, Wakil Ketua DPRD Morowali Pendobrak Stigma Kepemimpinan Perempuan
Sultanah Hadie kini aktif menangani masalah sampah, pengawasan tambang, dan pelestarian budaya lokal.
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Morowali, Sultanah Hadie membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan bukan hanya simbolik.
- Dengan latar belakang pengusaha dan aktivis dewan adat, Sultanah Hadie kini aktif menangani masalah sampah, pengawasan tambang, dan pelestarian budaya lokal.
- Dari kecil, Sultanah terbiasa memimpin, mulai ketua kelas, ketua hingga wakil ketua OSIS di sekolah.
TRIBUNNEWS.COM, PALU - Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Morowali, Sultanah Hadie membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan bukan hanya simbolik.
Dengan latar belakang pengusaha dan aktivis dewan adat, Sultanah Hadie kini aktif menangani masalah sampah, pengawasan tambang, dan pelestarian budaya lokal.
Baca juga: Kronologi Penangkapan Aktivis dan Jurnalis di Morowali, Kapolres Tegaskan Sesuai SOP
"Saya melihat Morowali kaya, berkembang, tapi juga menghadapi risiko dari kriminalitas hingga kerusakan lingkungan. Jika hanya menonton, gregetnya hilang," kata Sultanah dikutip dari Podcast Tribun VIP, Sabtu (17/5/2025).
Legislator Demokrat Morowali itu terjun ke dunia politik bukan tanpa alasan.
Dia ingin berbuat nyata bagi daerahnya.
Sultanah merupakan putri dari Pua Ahmad Hadi, Raja Bungku ke-11.
Nama Sultanah merupakan dorongan dari sang ayah agar dapat menjadi pemimpin perempuan.
Harapan sang ayah itu pun terkabulkan.
Dari kecil, Srikandi Pemuda Pancasila itu terbiasa memimpin. Mulai ketua kelas, ketua hingga wakil ketua OSIS di sekolah.
Awal karier politiknya dimulai di Partai Golkar, lalu berlanjut di Partai Demokrat.
Sultanah Hadie terpilih di Dapil 1 yang meliputi Bungku Tengah dan Bungku Timur.
Selain masalah pengawasan tambang, Sultanah aktif menyoroti darurat sampah di Morowali, khususnya di Bahodopi dan Bungku Tengah.
Tak hanya bersuara, Sultanah memulai langkah konkret dari rumahnya.