Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Antrean Solar Mengular di Sumbar, Pedagang hingga Sopir Truk Mengeluh

Antrean panjang Bio Solar di Sumbar bikin sopir truk dan pedagang resah, distribusi barang ikut terganggu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Antrean Solar Mengular di Sumbar, Pedagang hingga Sopir Truk Mengeluh
HO/IST
ANTREAN SOLAR- Antrean panjang Bio Solar di Sumbar bikin sopir truk dan pedagang resah, distribusi barang ikut terganggu. 

Ringkasan Berita:
  • Antrean panjang Bio Solar kembali terjadi di Sumbar, salah satunya di SPBU Pisang, Padang. 
  • Sopir truk mengeluh harus menunggu berjam-jam hingga berhari-hari, pedagang sekitar pun terdampak karena akses tertutup. 
  • Gubernur Mahyeldi menilai kuota subsidi dari pusat tidak sesuai kebutuhan riil

TRIBUNNEWS.COM - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

Kondisi ini memicu keluhan dari sopir truk hingga pedagang sekitar SPBU karena antrean dinilai semakin parah dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu titik antrean terparah terjadi di SPBU Pisang, Jalan Raya By Pass, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (20/5/2026) sore.

Baca juga: Harga BBM Solar Melonjak, Konsumen Fortuner Diesel Beralih ke Zenix Hybrid

Antrean BBM di Sumbar

Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.58 WIB, deretan truk pengangkut barang tampak mengular hampir mendekati Simpang Ketaping menuju area SPBU. Ujung antrean dilaporkan berada di depan PT Kredo Bajatama dengan jarak sekitar 200 meter dari simpang.

Mayoritas kendaraan yang mengantre merupakan truk logistik dari Sumbar menuju sejumlah daerah lain di Pulau Sumatera. Antrean panjang juga memakan sebagian badan jalan karena ukuran kendaraan yang besar.

Meski lalu lintas masih dapat bergerak, kepadatan kendaraan sempat membuat arus di Jalan By Pass melambat.

Rekomendasi Untuk Anda

Di sekitar lokasi, sejumlah pedagang terlihat memasang ban bekas dan kursi di depan kios mereka untuk mencegah truk berhenti tepat di area usaha.

Pedagang Mengeluh

Salah seorang pedagang, Inel (58), mengaku aktivitas jual beli ikut terdampak akibat kendaraan besar yang menutupi akses dan pandangan pembeli.

“Sangat terganggu, karena ada yang ingin belanja, tapi tidak jadi, karena area penuh dan terhalang,” ujarnya.

Menurut Inel, beberapa sopir tetap memarkirkan kendaraan di depan kedainya meski sudah diberi tanda larangan.

“Terkadang mereka tetap parkir, saya marah, saya temui sopirnya untuk minta pindah tempat,” katanya.

Ia menduga kelangkaan solar mulai terjadi di sejumlah SPBU sehingga antrean kendaraan terus memanjang selama beberapa hari terakhir.

“Saya tidak tahu persis, cuma antrean panjang ini sudah terjadi beberapa hari ini, mungkin solar susah, makanya banyak yang antre,” tambahnya.

Baca juga: Harga Solar Nonsubsidi Naik Lagi, Segini Biaya Isi Penuh Tangki Fortuner, Pajero dan Innova Diesel

Keluhan Serupa Disampaikan Sopir Truk

Keluhan serupa juga datang dari sopir truk pengangkut minyak Crude Palm Oil (CPO), Rido, yang mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari hanya untuk mendapatkan solar.

Rido yang melayani rute Padang–Bengkulu mengatakan antrean solar kini hampir terjadi di banyak SPBU di Sumbar.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas