Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Fakta 2 WN Austria Tewas Usai Jatuh dari Jembatan Setinggi 10 Meter di Air Terjun Cunca Wulang NTT

2 WNA Austria jatuh dan tewas dari Jembatan Setinggi 10 Meter saat Wisata di Air Terjun Cunca Wulang diduga gegara penopang jembatan rapuh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Dua wisman asal Austria meninggal setelah terjatuh dari jembatan kayu di obyek wisata alam Cunca Wulang akibat rubuhnya penyangga atau penopang jembatan
  • Saat dua wisatawan yakni Jurgen dan Astrid sedang melintas pada jembatan yang tingginya diperkirakan 10 meter itu, tiba-tiba bagian penyangga bawah patah. 
  • Akibatnya, sebagian papan jembatan ikut ambruk dan menyeret kedua wisatawan jatuh ke dasar kali berbatu di bawah jembatan dan meninggal seketika. 

 

TRIBUNNEWS.COM, LABUAN BAJO - Liburan berujung duka. Dua wisatawan mancanegara atau wisman asal Austria meninggal setelah terjatuh dari jembatan kayu akibat rubuhnya penyangga atau penopang jembatan

Peristiwa malang ini terjadi saat keduanya mengunjungi obyek wisata alam air terjun Cunca Wulang, Desa Wersawe, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Mangarai Barat, Nusat Tenggara Timur (NTT)

Demikian disampaikan Sekretari Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Benediktus Hartono kepada  POS-KUPANG.COM, Minggu (24/5/2026).

 

1.  2 Wisatawan Tewas Seketika, Jatuh ke Dasar Kali Berbatu

Ia menuturkan saat dua wisatawan yakni Jurgen dan Astrid sedang melintas pada jembatan yang tingginya diperkirakan 10 meter itu, tiba-tiba bagian penyangga bawah patah. 

Rekomendasi Untuk Anda

Akibatnya, sebagian papan jembatan ikut ambruk dan menyeret kedua wisatawan jatuh ke dasar kali berbatu di bawah jembatan dan meninggal seketika. 

“Korbannya langsung jatuh mengenai batu besar di bawah jembatan. Memang kondisi di lokasi dipenuhi bebatuan,” ujarnya.

Baca juga: Ingin Liburan Lebih Tenang di Labuan Bajo, Coba Wisata Sailing dari Phinisi Trip

2. KRONOLOGI 

Atas peristiwa ini pemandu lokal yang mendampingi rombongan wisatawan disebut menjadi saksi utama dalam insiden itu. 

Ia mengatakan keterangan awal, rombongan wisatawan sebelumnya sempat melintas tanpa kendala.

Namun saat giliran rombongan wisatawan asal Austria melintas, jembatan mendadak roboh.

Menurut Benediktus, kondisi jembatan sebelumnya dinilai masih layak digunakan. 

Ia menyebut kerusakan pada bagian penyangga tidak terlihat dari permukaan.

“Secara kasat mata jembatan masih layak dilintasi karena bagian penyangga yang usang tidak terlihat dari atas. Apalagi jembatan ini sudah pernah direnovasi pada tahun 2023,” katanya.

Ia menduga ambruknya jembatan dipicu beban berlebih yang menyebabkan bagian penyangga patah.

Sesuai Minatmu
Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas