Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Liburannya Pecinta Otomotif, Sevi dan Dwi Ajak 2 Anaknya 'Cuci Mata' di Pasar Motuba Solo Raya

Di tengah deretan mobil lawas, Sevi dan keluarganya menikmati nostalgia otomotif di Pasar Motuba Solo Raya sambil cuci mata mobil impian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Liburannya Pecinta Otomotif, Sevi dan Dwi Ajak 2 Anaknya 'Cuci Mata' di Pasar Motuba Solo Raya
Tribunnews.com/Muhammad Renald Shiftanto
MOBIL TUA BANGKA - Sevi dan istrinya, Dwi beserta dua anaknya saat hadiri acara Pasar Motuba Solo Raya di halaman Making Cars di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (24/5/2026) pagi 

"Seneng banget ke otomotif. Kita dari black modification (Black Xperience) ataupun dari event-event otomotif, pasti kita datang," ujar Sevi.

Sevi juga punya impian untuk memiliki motuba yang cukup legendaris, Nissan Fairlady (S30 series tahun 70an) dan Nissan GTR R32.

"Fairlady atau Nissan GTR R32," pungkas Sevi.

Berbeda dengan suaminya, Dwi justru mengidamkan punya mobil lansiran Jerman, VW.

"Pingin VW, pokoknya yang bisa buat liburan," timpa Dwi.

Sedangkan putra sulung Sevi dan Dwi nampaknya sedari kecil sudah jadi Bimmer, atau pecinta mobil BMW.

"Dia suka BMW, nanti pas sudah SMA, pokoknya minta mobil BMW," pungkas Dwi meneruskan omongan putranya.

Ajang Nostalgia

Rekomendasi Untuk Anda

Ginanjar, inisiator Pasar Motuba Solo Raya mengatakan, selain menjembatani antara penjual dan pembeli, acara ini dibuat juga untuk nostalgia.

"Kalau biasanya kita bikin car meet (kopdar mobil), terus kok banyak orang yang ingin nostalgia pasar mobil, ya sudah kita bikin," ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Ia menyebut, ada beberapa orang yang mungkin saat kecil dulu ingin punya mobil yang keluar di tahun 2000, tapi waktu itu belum punya kesempatan, di Pasar Motuba Solo Raya ini, mereka bisa menemukan mobil yang mereka idam-idamkan sejak dulu.

"Jadi, mungkin dulunya pernah pingin punya Toyota Crown (yang rilis di tahun 90an), pingin punya Suzuki Katana, tapi waktu itu belum jumpa, di sini diharapkan mereka bisa menemukan mobil impiannya," lanjut Ginanjar tersenyum.

Tak sendiri, Ginanjar menggandeng pendiri bengkel modifikasi off-road ProRock Engineering dan pemilik museum Making Cars, Widodo Teguh atau akrab disapa Om Wid.

"Kita kolaborasi, khususnya untuk acara pasar mobil tua," lanjut Ginanjar.

Acara yang dibuka untuk umum dan semua umur ini, lanjut Ginanjar, diharapkan bisa menjadi alat untuk memutar roda ekonomi, khususnya di dunia otomotif.

"Ya, semoga menjadi semangat teman-teman untuk memutarkan roda ekonomi, khususnya di dunia otomotif dan UMKM," ujarnya.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas