Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Calon Paskibraka dari Makassar Dicoret, DPPI Sebut Seleksi Tidak Transparan, Ada yang Mencurigakan

Nama siswi peringkat 3 seleksi Paskibraka Sulsel tiba-tiba dicoret. DPPI soroti dugaan seleksi tak transparan dan penuh kejanggalan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ia menuturkan, sistem seleksi untuk Paskibraka di Istana Negara ini tidak transparan.

"Sistem seleksinya sendiri tidak transparan dan kabupaten/kota lainnya pasti sepakat," ujar Yusuf A Bachtiar kepada Tribun-Timur.com pada Selasa (26/5/2026).

Ia menuturkan, pada seleksi hari terakhir, para pendamping tiba-tiba diminta untuk keluar dari ruang seleksi tanpa alasan yang jelas.

"Di seleksi hari terakhir tahun 2026, tanggal 21 kemarin para pendamping disuruh keluar dari ruang seleksi padahal ada id card resmi tanpa alasan yang jelas,'

"Padahal sesuai aturan dilaksanakan secara transparan," jelas Yusuf A Bachtiar.

Menurut aturan, ujarnya, segala penilaian wajib terbuka, termasuk kepada para pendamping.

Yusuf menuturkan, ia merasa curiga saat seleksi kepribadian yang nilainya menjadi penentu.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menuturkan, 40 persen penilaian pemeringkatan berasal dari seleksi kepribadian.

"Baru seleksi kepribadian itu nilainya keluar 2 hari setelah seleksi, jadi bisa orang berspekulasi baru diatur nilainya," ujarnya.

Yusuf menyayangkan adanya Penentuan Akhir (Pantukhir) sebagai penentu nama yang akan diberangkatkan ke Jakarta.

Menurutnya, penilaian harus berdasarkan nilai dari tes Samapta (tes fisik), peraturan baris berbaris (PBB), dan kepribadian.

"Pantukhir yang di tingkat provinsi tidak sesuai aturan. Karena harusnya penentuan itu tidak ada lagi pantukhir yang dicek lagi postur dan sebagainya. Harusnya sudah data dan nilai," jelasnya.

Yusuf pun menduga ada permainan di seleksi pusat karena Makassar dianggap terlalu sering mengirim perwakilan.

Cathlyn sendiri merupakan siswa SMA dari Kota Makassar.

"Ada panitia dan pihak sana bilang 'jangan mi makassar terus' padahal tidak ada aturan mengatur tersebut,"

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas