Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sekeluarga Tewas saat Glamping di Temanggung, Diduga Keracunan Barbeque yang Dibawa Sendiri

Satu keluarga ditemukan tewas saat camping di Temanggung. Diduga mereka keracunan barbeque. Kini jenazah para korban akan dilakukan autopsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sekeluarga Tewas saat Glamping di Temanggung, Diduga Keracunan Barbeque yang Dibawa Sendiri
Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
TEWAS SAAT GLAMPING - Empat keranda disiapkan di halaman rumah duka keluarga Muhamad Ali Munawar (52), di Dusun Bendosari RT 04 RW 08, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5/2026). Keluarga Munawar tewas saat melakukan glamping di Kabupaten Temanggung pada Rabu (27/5/2026). Para korban tewas diduga akibat keracunan hidangan barbeque yang dibawa sendiri. 

Ringkasan Berita:
  • Sekeluarga asal Kabupaten Semarang ditemukan tewas di dalam tenda saat melakukan kegiatan glamping di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026).
  • Total ada empat orang yang tewas dalam peristiwa ini. Polisi menduga penyebab tewasnya para korban yakni keracunan hidangan barbeque yang dibawa sendiri.
  • Kini, polisi masih melakukan penyelidikan dan akan melakukan autopsi terhadap jenazah para korban.

TRIBUNNEWS.COM - Satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat melakukan glamping di kawasan wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), pada Rabu (27/5/2026) sore.

Dikutip dari Tribun Jateng, total ada empat korban yang ditemukan meninggal yakni suami dan istri bernama Muhammad Ali Munawar (52) serta Maghfirah (43).

Lalu dua anaknya bernama Bagas Amar Hakiki (21) dan Alvino Evan Hakim (16).

Penemuan jenazah keluarga asal Kabupaten Semarang, Jateng, itu berawal ketika korban datang ke lokasi wisata pada Selasa (26/5/2026) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Pada momen tersebut, mereka melakukan kegiatan berkemah dan menginap.

Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra mengatakan pada keesokan harinya, ada momen ketika petugas glamping dari tempat wisata tersebut mengantarkan sarapan ke tenda korban.

Baca juga: Satu Keluarga Tewas di Kawasan Wisata Posong, Petugas Sempat Datangi Tenda, tapi Tak Ada Respons

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, saat dipanggil, tidak ada jawaban dari para korban.

Setelah itu, pada Rabu siang sekira pukul 11.45 WIB, petugas kembali ke tenda korban untuk mengingatkan agar segera berkemas karena lokasi perkemahan mau dibersihkan. Lagi-lagi, tidak ada jawaban dari para korban.

"Pada keesokan harinya, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 11.45 WIB, petugas wisata sempat mengingatkan para korban untuk segera melakukan proses checkout karena lokasi area perkemahan akan dibersihkan. Namun, saat itu tidak ada respons dari dalam tenda," jelas Komang, Kamis (28/5/2026).

Kecurigaan dari petugas pun muncul dan berujung kembali mendatangi tenda korban sekira pukul 15.00 WIB.

Lalu, petugas pun membuka pintu tenda dan menemukan seluruh korban telah meninggal dunia dalam kondisi kaku.

Komang menuturkan tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh para korban.

"Hasil pemeriksaan unit inavis dan tim medis dari Puskesmas Kledung, kondisi camping atau tenda rapi, keempat jenazah tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, kondisi keempat tangan jenazah menggenggam," jelasnya.

Diduga Keracunan Barbeque yang Dibawa Sendiri

Komang menuturkan, berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan, para korban meninggal dunia diduga akibat keracunan makanan.

Hal ini berdasarkan uji laboratorium terhadap hidangan barbeque yang dibawa sendiri oleh para korban saat berkemah.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas