Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Momen Tim UGM Saksikan Api Mendadak Muncul di Rumah Warga Seyegan Sleman: Luar Biasa

Tim UGM melihat langsung munculnya api misterius di rumah warga Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Nuryanti
zoom-in Momen Tim UGM Saksikan Api Mendadak Muncul di Rumah Warga Seyegan Sleman: Luar Biasa
Tribun Jogja/Chisti Mahatma
API MISTERIUS - (Kiri) Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan observasi di rumah Agus Yani di Seyegan, Sleman, Sabtu (30/5/2026), dan (kanan) barang-barang di rumah Agus yang terbakar karena api misterius. 
Ringkasan Berita:
  • Rumah warga di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, kerap diganggu oleh api misterius.
  • Tim UGM yang diterjunkan ke lokasi berkesempatan melihat langsung kemunculan api.
  • Lokasi rumah warga diduga bekas rawa dan terdapat kandungan gas metana.

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah tim ahli diterjunkan untuk menyelidiki kemunculan api misterius di rumah Agus Yani, warga Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Api muncul berulang kali, bahkan setidaknya sudah 70 kali, sejak sekitar 10 hari terakhir sehingga membuat keluarga Agus tidak bisa tidur tenang di rumah berlantai dua itu.

Tribun Jogja melaporkan tim ahli yang dikerahkan berasal dari Fakultas Teknologi Mineral dan Energi Universitas Pembangunan Nasional (FTME UPN) Yogyakarta, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, dan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM). Ketiganya berada di lokasi guna melakukan riset lanjutan, Senin, (1/6/2026).

Tim UPN dan BPPTKG menyelidiki kandungan gas di Kali Konteng, tepatnya di utara dan selatan Bendung Selokan Gembung Krusuk. 

Sementara itu, tim UGM melakukan observasi langsung di rumah Agus. Mereka berkesempatan melihat langsung proses munculnya api misterius.

Ketua Tim Peneliti UGM Prof. Ir. Alva Edy Tantowi mengatakan ketika api muncul, tim UGM berada di ruang depan rumah setelah mengambil sampel. Api tiba-tiba muncul dan membakar kaus yang ditaruh di dalam kamar di ruang tengah.

Peristiwa itu memberikan kesempatan kepada tim UGM untuk mengukur langsung parameter gas pemicu kebakaran.
 
"Ini satu kejadian yang luar biasa, kami bisa melihat langsung, dan ini pada intinya kami mengukur suhu, suhunya naik terus kemudian yang terpantau gas hidrogen (H2) naik terus, (skala) 11-12 mulai menyala (api). Nah, khusus ruangan tengah di kamar itu, tampaknya yang konsentrasinya (gas) tinggi," kata Alva, Senin.

Rekomendasi Untuk Anda

Alva menyebut peristiwa api mendadak muncul sendiri rumah Agus adalah fenomena auto-ignition atau spontaneous ignition (penyalaan spontan). Api muncul sendiri tanpa disertai pemantik setelah unsur dalam
"segitiga api" mencapai kondisi optimal pada posisi stoikiometri. 

Namun, guru besar itu berkata data-data lapangan ini baru menjadi dugaan awal. Semua sampel yang diambil dari rumah Agus, misalnya bekas barang yang terbakar dan air di sekitar rumah, bakal diuji di laboratorium.

Menurut dia, titik kebakaran di rumah selalu acak dan berpindah-pindah di dalam rumah lantaran gas bersifat dinamis.

Baca juga: Rumah Warga Sleman Tiba-tiba Muncul Api 44 Kali Dalam Sepekan, Bekas Rawa Diduga Jadi Pemicu

"Gas itu bisa berkonsentrasi di sana, memenuhi syarat (segitiga api), maka menyala. Nanti pindah lagi, memenuhi syarat, menyala lagi," ujarnya.

Lokasi rumah Agus diduga bekas rawa

Sarju Winardi, dosen Departemen Teknik Geologi UGM, mengatakan penyebab kemunculan api di rumah Agus adalah gas metana. Gas metana tidak menyebar ke rumah tetangga yang lain karena sifatnya yang mengambang di udara.

"Dia (gas metana) tidak secara lateral, secara horizontal akan bergerak ke sana (horizontal) tidak. Kecuali terbawa angin. Tapi biasanya kalau sudah di luar, dia bercampur udara luar, kadarnya sudah sangat menurun, jadi relatif aman," kata Sarju, Sabtu, (30/5/2026).

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi UPN Yogyakarta Basuki Rahmad mengatakan dari hasil investigasinya, ditemukan singkapan batuan lanau (siltstone) berwarga gelap sekitar 300 meter dari kediaman Agus. Siltstone adalah batuan sedimen klastik yang terbentuk dari material lepas berukuran debu (lanau).

Setelah itu, ia juga menemukan adanya gelembung-gelembung yang diduga kuat gas metana. Temuan siltstone tersebut mengindikasikan bahwa lokasi rumah Agus dulunya adalah rawa.

Ia pun mendorong dilakukan rekaman geofisika untuk melihat kondisi bawah permukaan tanah, seberapa besar reservoir (tempat penyimpanan) gas, luasan, hingga tebal tanah. Upaya tersebut juga menjadi mitigasi agar kejadian serupa tak terjadi lagi.

“Kalau kemungkinan (terjadi di wilayah yang sama), itu serba kemungkinan. Cuma kita tidak tahu kapan. Jadi gas itu ters bermigrasi. Maka saran kami kalau memang harus lebih rindi dilakukan rekaman geofisika,” imbuhnya.

Baca juga: Api Misterius Muncul Berpindah-pindah di Rumah Sleman DIY, Ahli Geologi Ungkap Sejumlah Kejanggalan

(Tribunnews/Febri/Tribun Jogja/Singgih Wahyu)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas