Proyektil hingga Granat Nanas Ditemukan di Lokasi Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Papua
Tim menemukan satu granat nanas yang telah dimodifikasi dan dua proyektil yang diketahui telah diambil amunisinya dengan cara digerinda.
Penulis:
Abdi Ryanda Shakti
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Tim Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua melakukan penyisiran dan sterilisasi awal di lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Senin (1/6/2026).
- Tim menemukan satu granat nanas yang telah dimodifikasi dan dua proyektil yang diketahui telah diambil amunisinya dengan cara digerinda.
- Penemuan itu memperkuat dugaan jika masih terdapat material berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan.
TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua melakukan penyisiran dan sterilisasi awal di lokasi ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Senin (1/6/2026).
Hasilnya, tim menemukan satu granat nanas yang telah dimodifikasi dan dua proyektil yang diketahui telah diambil amunisinya dengan cara digerinda.
Baca juga: 5 Fakta Bom Perang Dunia II Meledak di Biak Papua: Videonya Viral, 5 Orang Tewas, dan Rumah Hancur
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan mengatakan seluruh temuan langsung diamankan guna mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun personel yang masih melakukan penanganan di sekitar lokasi kejadian.
Ari mengatakan dengan adanya temuan itu, semakin memperkuat dugaan jika masih terdapat material berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan.
Proses sterilisasi dan penyisiran lanjutan akan terus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang tersisa.
Di sisi lain, Ari mengatakan proses sterilisasi sangat penting dilakukan guna mendukung pencarian tiga korban yang hingga kini masih belum ditemukan.
"Kami berharap proses sterilisasi dapat berjalan maksimal sehingga pencarian korban yang masih belum ditemukan dapat dilakukan dengan aman. Setiap temuan benda mencurigakan atau material peledak agar diberikan penanda sehingga memudahkan tim gabungan dalam melakukan evakuasi dan pencarian," ucap Ari dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Wadanki Brimob Kompi 4 Batalion A, Iptu Hidayatullah Bauw menegaskan pihaknya akan memastikan area tersebut steril dari siapapun yang tidak berkepentingan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi karena masih berpotensi membahayakan keselamatan. Tim Jibom akan terus melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh," katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima tim, kawasan sekitar lokasi ledakan diketahui memiliki sejumlah bunker dan lubang peninggalan masa perang yang diduga masih menyimpan material berbahaya.
Kondisi tersebut membuat proses sterilisasi harus dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan khusus dan sesuai standar penanganan bahan peledak.
Lebih lanjut, Polda Papua mengimbau masyarakat segera melapor ke pihak kepolisian jika menemukan benda mencurigakan.
"Sterilisasi akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman sehingga proses pencarian korban dan penanganan pasca kejadian dapat berjalan dengan optimal," tukasnya.