Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Identitas Pengirim Sate Ayam Terungkap, Nenek di Boyolali Diduga Diracun, Ditemukan Tewas Tak Wajar

Kasus kematian janggal seorang nenek di Boyolali mulai terkuak setelah sang menantu mengaku sebagai pengirim sate ke korban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Febri Prasetyo

Ia masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Boyolali serta tim forensik Bidokkes Polda Jawa Tengah.

"Saat ini masih berproses, kita tidak bisa berasumsi terlalu jauh karena semuanya sudah ditangani kepolisian,” tandasnya.

Baca juga: Cara Licik Menantu yang Diduga Racuni Mertua di Boyolali Pakai Sate: Pesan Gunakan Akun Anak Korban

Kesaksian Keluarga

Kakak korban, Widodo, mengatakan kejanggalan awal saat proses pemandian jenazah.

Ditemukan luka biru tak wajar pada mulut serta telinga korban.

Selain itu, korban mendapat kiriman sate ayam melalui driver ojol sehari sebelumnya.

Diduga sate ayam dikirim oleh menantu korban yang berinisial P, namun mengatasnamakan anak korban, Luriyanti.

Lokasi pembelian sate ayam yang dekat dengan rumah Luriyanti diduga sebagai cara agar P tak dicurigai.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jarak rumah terduga pelaku di Kartasura relatif jauh, namun ia justru memesan sate di area Pandean yang dekat dengan rumah anak korban, sehingga muncul kecurigaan adanya upaya untuk mengambinghitamkan anak korban sendiri," katanya, Senin (1/6/2026), dikutip dari YouTube Tribunnews.com.

Baca juga: Jenazah Wanita di Boyolali Diekshumasi, Keluarga Curiga Korban Tewas usai Makan Sate Kiriman Menantu

Sesaat setelah sate dikirimkan, terduga pelaku sempat datang ke rumah korban dengan membawa roti bakar sebagai upaya mengecek situasi.

Ketika kasus mulai dilaporkan kepada polisi, P mencoba meredam pihak keluarga agar tidak memperpanjang masalah.

Ia juga sempat berdalih kepada aparat bahwa yang diberikan bukan racun, melainkan jampi-jampi agar korban lebih mudah saat dimintai uang.

Menurut Widodo, hubungan P dengan korban tidak harmonis.

“Terduga pelaku P sering meminta uang ke korban dengan cara berbohong. Jadi P ini tidak merasa bersalah, tidak merasa dosa, dan tidak punya malu,” tuturnya, Minggu (31/5/2026).

Selain itu, P kecanduan judi online dan sering berutang kepada teman.

Sebagian artikel telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Makam di Boyolali Dieksumasi, Kini Menantu Korban Ikut Disorot, Disebut Sering Minta Uang

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunSolo.com/Anang Ma'ruf)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas