Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sempat Koma, Remaja Korban Pengeroyokan Teman Meninggal Usai 5 Hari Dirawat

TJK, remaja berusia 19 tahun meninggal dunia, Kamis (4/6/2026) lima hari usai dikeroyok teman-temannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Sempat Koma, Remaja Korban Pengeroyokan Teman Meninggal Usai 5 Hari Dirawat
Surya.co.id/Luhur Pambudi
TEWAS DIKEROYOK - TJK, remaja berusia 19 tahun meninggal dunia, Kamis (4/6/2026) lima hari usai dikeroyok teman-temannya. TJK sempat dirawat di rumah sakit selama lima hari usai menjadi korban pengeroyokan teman-temannya pada akhir bulan Mei lalu, tepatnya Minggu (31/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • TJK, remaja berusia 19 tahun meninggal dunia, Kamis (4/6/2026) lima hari usai dikeroyok teman-temannya.
  • TJK sempat dirawat di rumah sakit selama lima hari usai menjadi korban pengeroyokan teman-temannya pada akhir bulan Mei lalu, tepatnya Minggu (31/5/2026).
  • Korban mengalami luka parah hingga mengalami koma selama lima hari di ruang ICU RSUD dr Soetomo Surabaya.
 


TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - TJK, remaja berusia 19 tahun meninggal dunia, Kamis (4/6/2026) lima hari usai dikeroyok teman-temannya.

TJK sempat dirawat di rumah sakit selama lima hari usai menjadi korban pengeroyokan teman-temannya pada akhir bulan Mei lalu, tepatnya Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Satpam Supermarket di Pamulang Tangsel Dikeroyok saat Bertugas, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku

Korban mengalami luka parah hingga mengalami koma selama lima hari di ruang ICU RSUD dr Soetomo Surabaya.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Mapolrestabes Surabaya dan sejumlah terduga pelaku sudah diamankan. 

Jenazah korban juga dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan autopsi dan visum lanjutan oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya.

 

Rekomendasi Untuk Anda

 

Hana Novia Kristiani (32), kakak kandung korban meyakini adiknya dikeroyok.

"Kalau misalnya hanya satu atau dua orang, saya menganggap itu tidak dikeroyok. Tapi jika orangnya itu lebih dari dua orang, saya menganggap itu adalah sebuah pengeroyokan dan motifnya mungkin bisa dikatakan berencana," ujarnya saat ditemui awak media di rumah duka kawasan Jalan Manukan Yoso II, Manukan Kulon, Tandes, Surabaya, Kamis sore. 

Mengenai dugaan motif pengeroyokan terhadap sang adik, Hana mengaku belum mengetahui secara detail motif utama para terduga pelaku.

Namun, dia memastikan duduk perkaranya bukan karena utang piutang.  

Hana lalu mengurai kemungkinan penyebab pengeroyokan itu yang diawali dari pertengahan Mei 2026 saat sang adik terlibat permasalahan dengan temannya yang diduga kuat merupakan salah satu terduga pelaku pengeroyokan

Permasalahan tersebut perihal ganti rugi sandal milik terduga pelaku yang sudah dipakai oleh korban.

Namun, permasalahan tersebut, ia anggap sudah selesai karena sang adik sudah memberi ganti rugi berupa sandal yang baru. 

"Kan pada waktu itu juga saya sudah beritikat baik untuk mengganti dan mengembalikan dengan sandal baru tapi mungkin dari pihak tersangkanya tidak sesuai dengan kemauannya karena merasa bahwa harganya tidak sesuai dengan yang harga yang sandal yang baru," ungkapnya. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Surya
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas