Diduga Cemburu, Suami di Situbondo Nekat Bunuh Istrinya Sendiri, Jasad Bidan Ditemukan di Drainase
Seorang bidan di Situbondo tewas dibunuh suaminya sendiri karena motif cemburu. Korban dibunuh dengan dipukul pakai batu
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Tiara Shelavie
"Barang buktinya sudah kita amankan ke Polres," tegas AKP Selimat.
Kasus Serupa Terjadi di Kebumen
Kecemburuan buta hingga picu KDRT dan hilangnya nyawa sang istri juga pernah terjadi beberapa waktu lalu.
Pada pertengahan bulan Mei 2026 lalu, seorang pria nekat menganiaya istri dan mertuanya sendiri hingga meninggal dunia.
Kasus tersebut terjadi di Desa jogomulyo, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Pelaku berinisial SP (33), sedangkan istrinya berinisial EP dan mertuanya PA.
Mengutip TribunBanyumas.com, aksi penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa (12/5/2026) pukul 11.40 WIB.
Sebelum meninggal dunia, kedua korban sempat dirawat di Rumah Sakit Purbowangi.
"Pelaku melakukan penganiayaan terhadap istri dan mertuanya sehingga menyebabkan luka parah dan meninggal dunia," ujar Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
SP pun kini telah diringkus dan sedang menjalani pemeriksaan.
Pelaku pun diancam Pasal 44 ayat 3 juncto Pasal 5 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman 15 tahun penjara.
Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Kanzi Fathan mengatakan, pelaku nekat menganiaya istri dan mertuanya pakai besi sepanjang 37 cm karena dipicu cemburu.
Baca juga: Dituding Selingkuh-KDRT, Dede Sunandar Malah Salahkan Karen hingga Buatnya Didepak dari Promo Film
Pelaku menduga istrinya berselingkuh dengan laki-laki lain.
Kepada polisi, SP cemburu setelah pernah melihat istrinya diganggu oleh pria lain.
"Rasa cemburu tanpa ada bukti menganggap istrinya selingkuh," ujar Kanzi Fathan, Rabu (13/5/2026).
Ia menuturkan, sebelum aksi penganiayaan, pelaku dan korban sempat cekcok di dalam kamar.