Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Harga BBM Naik: Pengusaha di Kaltim Menjerit hingga Pemilik Mercy di Malang Jual Mobilnya

Kenaikan harga Pertamax hingga Rp16.250 per liter mulai menekan pelaku usaha kecil, pengemudi online, hingga pemilik kendaraan pribadi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026, memicu kekhawatiran di berbagai kalangan masyarakat.
  • Pelaku UMKM keluhkan kenaikan biaya operasional di tengah daya beli masyarakat yang masih lemah dan harga bahan baku yang terus meningkat.
  • Pengusaha rental mobil dan sopir transportasi online mengaku kesulitan menyesuaikan biaya usaha karena tarif layanan tidak bisa langsung dinaikkan.

TRIBUNNEWS.COM - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax 92 berdampak langsung ke masyarakat.

Diketahui, pada Rabu (10/6/2026), harga Pertamax yang awalnya Rp12.300 kini naik menjadi Rp16.250 atau naik Rp3.950 di berbagai wilayah di Indonesia.

Kenaikan harga BBM ini pun langsung berdampak pada masyarakat kecil.

Seperti yang dirasakan oleh Suyono, seorang pengusaha ayam geprek di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia mengaku kenaikan BBM ini berpotensi berdampak langsung pada biaya operasional usahanya.

Menurutnya, usaha kecil seperti bisnisnya ini dalam posisi di ujung tanduk.

Rekomendasi Untuk Anda

Di satu sisi, biasa bahan baku terus naik, sementara daya beli masyarakat belum pulih.

"Penjualan sekarang sepi. Bahkan sampai tiga hari tidak ada pelanggan yang datang. Kalau biaya operasional naik terus, kami terpaksa menyesuaikan harga jual," ujarnya, dikutip dari TribunKaltim.co.

Kekhawatirannya bukan tanpa dasar, menurutnya, kenaikan BBM hampir selalu diikuti dengan meningkatnya biaya distribusi dan jaya yang juga berdampak pada kebutuhan pokok masyarakat.

Keresahan yang sama juga dirasakan oleh Kukuh Haryadi, pengusaha rental mobil di Balikpapan.

"Pas mau isi baru tahu kalau naik. Kalau dulu kenaikannya paling sekitar Rp1.000 per liter, sekarang hampir Rp4.000. Tentu sangat terasa," ujarnya.

Baca juga: Harga BBM Pertamax Naik, Kelas Menengah Dinilai Paling Terdampak, Pengeluaran Rumah Tangga Terasa

Pemilik Kurnia Jaya Rent Car ini mengatakan dampak terbesar akan dirasakan pada layanan rental pake lengkap yang mencakup kendaraan, sopir, dan bahan bakar.

Biaya operasional, ujarnya, pasti akan meningkat namun pelanggan belum tentu bisa langsung menyesuaikan.

"Yang paling sulit itu karena kenaikannya tidak bisa diprediksi. Kami jadi harus menghitung ulang biaya operasional yang sudah berjalan," katanya.

Warga Kota Batu Jual Mercy Miliknya

Dampak BBM naik ini juga dirasakan oleh kolektor mobil di Kota Batu, Jawa TImur, Andrey.

ANTRE BELI PERTALITE - Sejumlah pengendara sepeda motor antre mengisi Pertalite di SPBU Jalan Soekarno-Hatta, Kota Pekanbaru Rabu (10/6/2026) pagi. BBM jenis Pertalite diserbu warga pasca pengumuman kenaikan harga Pertamax oleh Pertamina.
ANTRE BELI PERTALITE - Sejumlah pengendara sepeda motor antre mengisi Pertalite di SPBU Jalan Soekarno-Hatta, Kota Pekanbaru Rabu (10/6/2026) pagi. BBM jenis Pertalite diserbu warga pasca pengumuman kenaikan harga Pertamax oleh Pertamina. (Tribunnews.com/dok. Tribun Pekanbaru)
Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas