Usai Harga Pertamax Melonjak, Warga Berburu Pertalite hingga Malam Hari, Stok Cepat Habis
Pertalite cepat habis di SPBU berbagai daerah, warga antre panjang hingga malam atau terpaksa beli Pertamax lebih mahal.
Penulis:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Dampak kenaikan harga Pertamax mulai terasa di berbagai daerah.
Pertalite cepat habis di SPBU, membuat warga harus mengantre hingga malam hari.
Banyak pengendara akhirnya terpaksa membeli Pertamax yang lebih mahal, menambah beban ekonomi di tengah tekanan harga bahan bakar.
Harga Pertamax saat ini adalah Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 dijual Rp 17.000 per liter.
Harga Pertalite ditetapkan pada angka Rp 10.000 per liter.
Selisih harga Pertamax dengan Pertalite adalah Rp 6.250 per liter, sedangkan selisih Pertamax Green dengan Pertalite sebesar Rp 7.000 per liter
Fenomena tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Ponorogo, Lampung Tengah, Kota Bogor hingga Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.
Warga Ponorogo Terpaksa Isi Pertamax
Di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, lonjakan konsumsi BBM subsidi membuat stok Pertalite di sejumlah SPBU cepat habis. Banyak warga harus berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki pasokan.
Sebagian memilih mengantre panjang, sementara lainnya terpaksa membeli Pertamax agar tetap bisa beraktivitas.
"Tadi pagi nyari enggak ada, sudah keliling saya. Ya daripada enggak kerja besok tak isi Pertamax saja. Walaupun dompet menangis," ungkap salah seorang warga, Rifqy S.
Antrean juga terlihat di SPBU yang masih memiliki stok Pertalite.
Salah seorang warga, Ahmad Fauzani, mengaku tidak memiliki pilihan lain selain ikut mengantre.
"Tadi sudah mutar ke mana-mana semua kosong. Yang ada di SPBU Sinduro dan antre panjang. Mau enggak mau ya akhirnya antre saja," katanya.
Baca juga: Sudah Saatnya Pemerintah Mengalihkan Subsidi BBM ke Transportasi Publik
Lampung Tengah: Pertalite Habis Sebelum Siang
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Lampung Tengah. Warga mengaku stok Pertalite di sejumlah SPBU kerap habis sebelum siang hari.
Burhan, pengendara minibus, mengatakan banyak pengguna Pertamax kini beralih ke Pertalite karena selisih harga yang cukup besar.