Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Efek dan Kandungan Gas Air Mata serta Cara Penanganannya saat Terkena Mata

Gas air mata atau lachrymatory agent merupakan senyawa kimia yang dapat mengakibatkan rasa sakit pada mata.

Efek dan Kandungan Gas Air Mata serta Cara Penanganannya saat Terkena Mata
TRIBUN/DANY PERMANA
Aparat Kepolisian mengisi amunisi gas air mata saat terlibat bentrok dengan demonstran di kawasan Slipi, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Massa aksi pendukung salah satu pasangan capres yang sebelumnya berunjuk rasa di depan Bawaslu, menyerang Asrama Brimob Petamburan dan membakar beberapa kendaraan. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM - Gas air mata atau lachrymatory agent merupakan senyawa kimia yang dapat mengakibatkan rasa sakit pada mata.

Gas air mata bisa digunakan sebagai alat pertahanan diri.

Selain itu, gas air mata kerap kali digunakan untuk mengendalikan massa ketika terjadi suatu kerusuhan.

Sebenarnya, gas air mata bukan merupakan barang baru.

Gas air mata sering kali disebut ketika terjadi demonstrasi atau kerusuhan.

Gas air mata dapat terdiri atas beberapa senyawa, antara lain CS (chlorobenzylidenemalononitrile), CR, CN (chloroacetophenone), bromoacetone, phenacyl bromide, atau semprotan merica.

Gas air mata dilepaskan dalam bentuk granat atau kaleng aerosol yang dipasang di ujung senapan gas dan ditembakkan dengan peluru kosong.

Hal itulah yang menyebabkan terdengarnya suara tembakan ketika pelatuk gas air mata dilepaskan.

Granat gas air mata sering meledak di udara.

Kemudian granat tersebut akan memuntahkan wadah logam untuk melepaskan gas.

Wadah tersebut memiliki suhu yang panas, sehingga dilarang untuk menyentuhnya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Fathul Amanah
Sumber: TribunnewsWiki
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas