Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Fase Paling Menular Virus Corona Ada di Minggu Pertama Gejala

Pandemi virus corona menular paling cepat saat minggu pertama gejala muncul.

Fase Paling Menular Virus Corona Ada di Minggu Pertama Gejala
AFP/ISAAC LAWRENCE
Dua pekerja mengoperasikan mesin yang memproduksi masker bedah di sebuah pabrik di Hong Kong. Rabu (19/02/2020). Menghadapi kekurangan di tengah wabah virus, warga Hong Kong telah mulai membuat masker wajah mereka sendiri, dari pabrik profesional hingga penjahit home industri. (ISAAC LAWRENCE/AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah hasil penelitian yang dilakukan di Hong Kong menyatakan, pandemi virus corona menular paling cepat saat minggu pertama gejala muncul.

Hal ini disebabkan beban virus ini lebih tinggi pada periode ini.

Berdasarkan makalah yang diterbitkan di jurnal medis The Lancet, para peneliti melakukan uji coba sampel air liur pada 23 pasien terinfeksi Covid-19 di dua rumah sakit di Hong Kong.

Rata-rata pasien berusia 35 hingga 75 tahun.

Hasilnya, beban virus berada pada situasi tertinggi saat tujuh hari pertama setelah gejala muncul lalu menurun secara bertahap, seperti dilansir dari South China Morning Post, Kamis (26/3/2020).

"Beban virus di minggu pertama membuat virus bertransmisi dari satu orang ke orang lain dengan mudah sebelum mereka dirawat di rumah sakit," ucap Kelvin To Kai-wang, profesor asosiasi klinis di Departemen Mikrobiologi, University of Hong Kong.

Sejauh ini, virus telah menginfeksi lebih dari 400.000 orang di seluruh dunia dan menyebabkan angka kematian sekitar 16.000 orang.

Baca: Simak, Ini Rincian Debitur yang Boleh Tunda Bayar Cicilan Sesuai Aturan OJK

Virus ini diketahui lebih sering menyerang orang golongan tua dan bisa menetap dalam tubuh manusia selama hampir satu bulan.

Baca: Kementerian BUMN: Dana Nasabah Jiwasraya Siap Dicairkan Mulai Senin Pekan Depan

Bahkan, dalam sebuah kasus, virus baru terdeteksi 25 hari setelah pasien menunjukkan gejala.

To mengatakan ada kemungkinan pasien harus diisolasi untuk waktu yang lebih lama. "Sepertiga dari pasien kami melepaskan virus setelah 20 hari atau lebih," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas