Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kemenristek Siapkan Rp 20 Miliar untuk Litbang Jirap Virus Corona

Kemenristek mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp 20 miliar untuk penelitian yang akan dilakukan Konsorsium Covid-19.

Kemenristek Siapkan Rp 20 Miliar untuk Litbang Jirap Virus Corona
HANDOUT
Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Prof. Bambang PS Brodjonegoro di acara kunjungan kerja ke Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) Dexa Group di Cikarang, Rabu, 8 Januari 2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi sekaligus Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp 20 miliar untuk penelitian yang akan dilakukan Konsorsium Covid-19.

Konsorsium ini beranggotakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada di bawah lingkungan Kemenristek/BRIN.

Lembaga-lembaga itu meliputi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), serta perguruan tinggi.

Anggaran Rp 20 miliar itu berasal dari realokasi belanja rutin, khususnya belanja rutin perjalanan dinas dan akan difungsikan untuk sejumlah hal yang berkaitan dengan antisipasi virus corona (Covid-19).

Antara lain, penelitian terkait rapid test, pengembangan vaksin, penelitian obat dan jambu biji yang disebut dapat meningkatkaan sistem imun tubuh, hingga kajian sosial dan epidomologi.

Seperti yang disampaikan Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dalam live video conference, Kamis (26/3/2020).

"Untuk mendanai kegiatan penelitian, pengembangan dan pengkajia penerapan yang dilakukan Konsorsium virus corona ini, pada tahap pertama kami sudah realokasi Rp 20 miliar sesuai permintaan dari tim," ujar Bambang.

Tidak hanya itu, ia juga berencana menambah realokasi anggaran tersebut untuk memproduksi alat pelindung kesehatan lainnya, seperti disinfektan chamber dan sanitizer.

Ia belum bisa menyebutkan angka pasti tambahan anggarannya, namun menurutnya, akan disesuaikan dengan kebutuhan terkait produksi itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas