Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kabar Baik! PUFF, Nucleus Farma dan Prof Nidom Foundation Kembangkan Obat Covid-19

Penularan virus Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China, ini sangat cepat dan mematikan.

Kabar Baik! PUFF, Nucleus Farma dan Prof Nidom Foundation Kembangkan Obat Covid-19
IST
Dari kiri ke kanan: CEO Nucleus Farma Edward Basilianus dan Prof Chaerul Anwar Nidom dari Universitas Airlangga dan Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Makin meluasnya wabah virus corona atau covid-19 di Indonesia di bulan Maret ini membuat kalangan saintis dan perusahaan farmasi berkolaborasi dalam pengembangan obat covid-19.

Hal ini karena penularan virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China, ini sangat cepat dan mematikan.

Seperti inisiatif positif yang saat ini sedang dijalankan oleh perusahaan bioteknologi PUFF, Nucleus Farma dan Profesor Nidom Foundation. Ketiga pihak ini kini sedang serius mengembangkan obat  Covid-19 melalui mekanisme receptor blocker.

PUFF, Nucleus Farma, dan Professor Nidom Foundation (PNF) berhasil menemukan formula BCL yang berfungsi sebagai receptor blocker untuk menghalau virus Covid-19 agar tidak menempel di paru-paru.

Formula ini menggunakan empat kandungan, yakni BCL (Bromhexine Hydrochloride), Guaiphenisin, Vegetable Glycerine (VG), dan Propylene Glycol (PG).

Baca: Bocoran Percakapan Menhan Prabowo dengan Ajudannya, Lockdown Opsi Terbaik!

Sementara, komposisi kandungan tersebut, saat ini hak patennya sudah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.

Baca: Rincian 28 Kereta Jarak Jauh yang Dibatalkan Perjalanannya Mulai 1 April

Kandungan BCL telah lazim digunakan sebagai obat mukolitik untuk mengatasi gangguan pernafasan, terutama yang terkait dengan batuk yang terus menerus.

BCL merupakan reaksi kimiawi dari bromhexine dan hidrogen klorida dalam komposisi yang seimbang.

Baca: Hati-hati, Klorokuin Itu Obat Penyembuhan, Bukan untuk Pencegahan Corona

Seperti diketahui, COVID-19 menyerang sistem pernafasan, yang antara lain gejalanya berupa batuk-batuk. 

PUFF Electronic Vaporizer
PUFF Electronic Vaporizer yang digunakan untuk drug delivery system.

Yang menarik, formula tersebut tidak dalam bentuk kapsul atau sirup yang harus diminum, melainkan dalam bentuk vaporizer, sehingga penggunaanya melalui metode aerosol (penguapan).

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas