Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Yudi Latif: Seharusnya Indonesia Bisa Ciptakan Kedaulatan Pangan, Bahkan Feeding The World

Yudi Latif mencontohkan, banyak bahan pangan yang dapat ditanam, mulai dari yang ditanama di dalam tanah sampai di atas tanah.

Yudi Latif: Seharusnya Indonesia Bisa Ciptakan Kedaulatan Pangan, Bahkan Feeding The World
puspen tni/puspen tni
Personel Pos Kuler Yonif MR 411/Pdw Kostrad membantu panen padi warga binaan di Kampung Kuler, Distrik Naukenjerai, Kab.Merauke, Papua, Selasa (28/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ancaman krisis pangan itu dinilai berpotensi terjadi di Indonesia dan bahkan dunia jika Covid-19 masih mewabah 6 hingga 7 bulan ke depan.

Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Yudi Latif mengatakan dunia akan melirik Indonesia sebagai negara tropis ketika krisis pangan terjadi di berbagai belahan dunia.

Sebab, negara tropis merupakan pusat pertumbuhan bahan-bahan pangan.

Yudi Latif mencontohkan, banyak bahan pangan yang dapat ditanam, mulai dari yang ditanama di dalam tanah sampai di atas tanah.

Belum lagi satu tanaman tersebut bisa diciptakan beberapa varietas atau jenis.

"Mengapa kawasan tropis karena tropis adalah pusat pertumbuhan bahan-bahan pangan yang paling kaya," kata Yudi Latif dalam diskusi virtual bertajuk 'Aktualisasi Pancasila di Tengah Covid-19', Selasa (2/6/2020).

Baca: Surat PHK Dikirim Tengah Malam, 181 Pilot Kontrak Garuda Indonesia Kehilangan Pekerjaan

Menurut Yudi Latif, seharusnya Indonesia bisa menciptakan kedaulatan pangan sendiri dengan mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Ia melihat saat ini Indonesia bagai pengemis yang selalu mengimpor pangan dari luar negeri, yang semestinya Indonesia bisa menjadi penyuplai bahan pangan ke seluruh dunia.

Baca: Token Listrik Rp 1 Juta Habis dalam 2 Hari, Gigi Omeli Petugas PLN: Kesel, di Sini Jepret Mulu . . .

Namun, ia mengingatkan kedaulatan pangan itu bukan juga anti asing sebab menurutnya anti asing itu bertentangan dengan sila kemanusiaan dalam Pancasila. 

Baca: Sang Istri Juga Dibawa KPK, Tersangka Suap MA Nurhadi dan Menantunya Tidur di Kavling C1

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas