Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusia Bikin Kapal Pemecah Es Bertenaga Nuklir Terbesar dan Terkuat di Dunia untuk Arungi Laut Arktik

Rusia saat ini menjadi satu-satunya negara di dunia yang mengoperasikan armada besar kapal pemecah es nuklir.

Rusia Bikin Kapal Pemecah Es Bertenaga Nuklir Terbesar dan Terkuat di Dunia untuk Arungi Laut Arktik
thebarentsobserver.com
Rosatomflot, anak perusahaan Rosatom mengatakan galangan kapal Rusia Zvezda telah memulai pembangunan kapal pemecah es nuklir kelas pertama yang akan diberi nama 'Russia'. 

Sementara dua kapal lainnya dari jenis ini, akan diluncurkan dalam dua tahun ke depan.

Baca: Rusia Terus Tambah Cadangan Emasnya

Arktika disebut mampu memecahkan es setebal tiga meter, sedangkan kapal pemecah es kelas Pemimpin yang tengah dibangun ini diharapkan mampu memotong lapisan es setebal 4,3 meter, serta berada di laut selama 8 bulan tanpa memasuki pelabuhan.

Baca: Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid, Ini Reaksi AS, Rusia, Hamas hingga Yunani

Pemecah es yang baru ini menggunakan pembangkit listrik 120-MWatt, dua kali lipat dari yang digunakan Arktika dengan output 60-MWatt.

Dimensi kapal pemecah es kelas Pemimpin ini juga sangat mengesankan karena kapal akan memiliki panjang lebih dari 210 meter, luasnya nyaris seukuran dua kali lapangan sepak bola.

Sementara tingginya mencapai 47 meter, sama dengan bangunan tempat tinggal berlantai 13.

Nantinya, baik 'Arktika' maupun 'kapal kelas Pemimpin Russia' akan ditugaskan untuk memberi jalan bagi kapal yang lebih kecil melalui Rute Laut Utara Rusia.

Mereka akan mendampingi kapal pembawa bahan bakar fosil yang menuju ke Asia-Pasifik dari Arktik Rusia.

Rusia saat ini menjadi satu-satunya negara di dunia yang mengoperasikan armada besar kapal pemecah es nuklir.

Kapal semacam itu secara signifikan lebih besar dan lebih kuat jika dibandingkan dengan kapal lainnya yang ditenagai secara konvensional, sehingga mampu beroperasi di lapisan es Arktik yang tebal.

Mesin nuklir pun memungkinkan kapal ini untuk beroperasi secara otonom dalam jangka waktu lama, tanpa perlu sering mengisi bahan bakar.

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas