Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Studi: Anak yang Lahir di Dataran Tinggi Lebih Mungkin Terhambat Pertumbuhan dan Perkembangannya

Penelitian ini mengamati data tinggi badan untuk usia lebih dari 950.000 anak di 59 negara

Studi: Anak yang Lahir di Dataran Tinggi Lebih Mungkin Terhambat Pertumbuhan dan Perkembangannya
CLOUDFRONT.COM
Ilustrasi tinggi badan. Studi menunjukkan pertumbuhan tinggi badan terhambat bagi orang yang lahir di dataran tinggi. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Anak-anak yang lahir di ketinggian 5.000 kaki atau lebih di atas permukaan laut biasanya berukuran lebih kecil saat lahir dan lebih mungkin untuk tetap terhambat perkembangannya daripada mereka yang lahir di ketinggian yang lebih rendah.

Mengutip CNN, hal tersebut diungkapkan oleh sebuah penelitian baru di seluruh dunia yang diterbitkan Senin (24/8/2020).

Hal ini juga bisa terjadi bahkan jika anak-anak dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang ideal yang didefinisikan memiliki cakupan kesehatan yang baik, kondisi kehidupan yang lebih tinggi dan ibu yang berpendidikan tinggi, penelitian menemukan, yang berarti stunting tidak mungkin disebabkan oleh faktor risiko umum seperti buruk.

Anak-anak yang tinggal di lingkungan rumah yang ideal tumbuh pada tingkat yang dianggap standar oleh WHO sampai mereka tinggal di wilayah pada ketinggian sekitar 500 meter (1.650 kaki) di atas permukaan laut, studi tersebut menemukan.

Pada ketinggian tersebut atau lebih tinggi, skor tinggi badan untuk usia anak-anak mulai menurun.

Baca: Penelitian Buktikan Tidur Dengan Pasangan Ternyata Buat Istirahat di Malam Hari Lebih Nyenyak

tinggi badan 001
Ilustrasi tinggi badan. Menurut penelitian, anak yang lahir di dataran tinggi memiliki kecenderungan terhambat pertumbuhan tinggi badannya.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh JAMA Pediatrics tersebut, pada ketinggian 1.500 meter atau sekitar 5.000 kaki di atas permukaan laut, anak-anak lahir dengan tinggi badan yang lebih pendek dan tetap pada lintasan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan anak-anak yang tinggal di kota-kota dengan permukaan laut yang lebih rendah.

BACA SELENGKAPNYA --->

Ikuti kami di
Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: haerahr
Sumber: TribunnewsWiki
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas