Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Enam Negara Eropa Berkongsi Bikin Rudal Pencegat Canggih, 5 Kali Kecepatan Suara

Pemerintah Jerman kini bergabung dalam proyek sistem pertahanan udara yang mendapat dukungan Uni Eropa untuk membangun rudal canggih.

Enam Negara Eropa Berkongsi Bikin Rudal Pencegat Canggih, 5 Kali Kecepatan Suara
Airforce Technology
Demi bisa mencegat serangan rudal hipersonik generasi terbaru, Pemerintah Jerman kini bergabung dalam proyek pembuatan sistem pertahanan udara terbaru berupa rudal Twister dengan 5 kali kecepatan suara dan mendapat dukungan penuh Uni Eropa. 

TRIBUNNEWS.COM, COLOGNE - Demi bisa mencegat serangan rudal hipersonik generasi terbaru, Pemerintah Jerman kini bergabung dalam proyek sistem pertahanan udara yang mendapat dukungan Uni Eropa.

Dengan dorongan Prancis, Jerman mengubah statusnya dari negara pengamat menjadi negara peserta dalam proyek bertajuk TWISTER, juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan kepada Defense News, Senin (30/11/2020).

Twister, singkatan dari Timely Warning and Interception with Space-Based Theater Surveillance, Peringatan dan Intersepsi Tepat Waktu dengan Pengawasan Teater Berbasis Ruang.

Baca juga: Kazan, Kapal Selam Nuklir Tercanggih Buatan Rusia dengan Daya Tempur Mematikan

Uni Eropa memasukkan TWISTER dalam daftar proyek November 2019 di bawah skema Kerjasama Struktur Permanen atau Pesco.

Rudal pencegat berkecepatan lebih dari Mach 5

Proyek ini bertujuan untuk membangun jaringan sensor peringatan dini berbasis ruang angkasa dan sebuah pencegat yang bergerak dengan kecepatan lebih dari Mach 5 pada ketinggian hingga 100 kilometer pada 2030.

Baca juga: 8 Tentara Arab Saudi Dikabarkan Tewas karena Serangan Rudal Kelompok Houthi

Pembuat rudal MBDA Deutschland, yang mengklaim bagian interseptor dari rencana tersebut, mengungkapkan rencana Proyek TWISTER.

"Tujuan TWISTER selaras dengan kepentingan Jerman," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman.

Baca juga: AS Setujui Penjualan 200 Rudal Javelin Senilai 46 Juta Dolar AS Ke Australia

Kementerian tersebut menyatakan, upaya penelitian pelengkap di bawah naungan Program Pengembangan Industri Pertahanan Eropa bisa membantu meningkatkan proyek tersebut.

Jerman awalnya absen dari proyek di bawah pimpinan Prancis itu, yang melibatkan Finlandia, Belanda, Italia, dan Spanyol.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas