Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menristek: Mobile BSL 2 Solusi Tepat untuk Perbanyak Tes Covid-19

Mobile Lab BSL-2 tipe bus ini dibangun dengan standar WHO, sehingga sudah dipastikan keamanannya.

Menristek: Mobile BSL 2 Solusi Tepat untuk Perbanyak Tes Covid-19
ist
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) beberapa waktu lalu meluncurkan Mobile Laboratory Bio Safety Level dua (BSL-2) tipe bus.

Bus yang disulap menjadi laboratorium bergerak tersebut berfungsi untuk melakukan tes swab.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa problem di Indonesia ini adalah luas wilayahnya, sehingga penduduknya tersebar.

Baca juga: Daftar Lengkap Rumah Sakit yang Melayani Rapid Test Antigen di DKI Jakarta

Jika ingin menempatkan laboratorium testing untuk kelompok masyarakat yang tidak terlalu banyak, akhirnya membuat lab tidak bisa dibangun, yang berujung pada testing menjadi rendah.

Baca juga: KAI Belum Wajibkan Penumpang Sertakan Bukti Rapid Test Antigen

"Mobile Lab adalah jawabannya untuk negara seperti Indonesia ini. Karena kadang-kadang kalau kita perhatikan daerah ini dinamik. Daerah yang tadinya hijau bisa menjadi merah dan daerah yang merah bisa menjadi orange, kuning atau bahkan kembali ke hijau," tutur Bambang saat kunjungan kerja di Yogyakarta, Jumat (18/12/2020).

Mobile lab BSL-2 tipe bus ini akan memperkuat konsep mobilitas, sehingga dapat dengan mudah menjangkau daerah yang membutuhkan.

"Dengan pergerakan ini mobile Lab itu sangat dibutuhkan. Ini bisa menjawab segera kalau ada daerah yang sangat kekurangan Lab. Daerah yang tadinya hanya satu Lab BSL 2, ketika statusnya naik menjadi zona orange atau berubah jadi zona merah, otomatis dia harus menambah tes. Untuk mencegah penularan yang lebih banyak. Membangun Lab BSL 2 tentunya tidak mudah. Makanya harus punya Mobile Lab ini," terang Menristek.

Mobile Lab BSL-2 tipe bus ini dibangun dengan standar WHO, sehingga sudah dipastikan keamanannya.

"Saya berterima kasih BPPT tidak berhenti pada inovasi yang pertama yaitu Lab kontainer. Buat saya itu suatu hal yang luar biasa," ungkap Bambang.

Kepala BPPT, Hammam Riza mengatakan bahwa Mobile Lab ini direncanakan akan roadshow ke UGM di Yogyakarta, Dinas Kesehatan Denpasar di Bali dan Ponpes Darul Ulum Jombang di Jawa Timur.

"Mobile Lab ini akan membantu pengujian sampel Covid-19 di daerah-daerah tersebut," ucap Hammam. 

Ikuti kami di
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas