Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Perusahaan Biotech Lokal Indonesia Temukan Senyawa Aktif Antikanker di Ekstrak Teripang

Temuan riset ini membuka peluang penyembuhan penyakit kanker dengan memanfaatkan bahan natural

Perusahaan Biotech Lokal Indonesia Temukan Senyawa Aktif Antikanker di Ekstrak Teripang
dok.
Paparan temuan senyawa aktif antikanker pada ekstrak binatang laut teripang (Sticophus variegatus) oleh perusahaan biotech lokal Nucleus Farma, Rabu (17/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan biotech lokal Nucleus Farma (PT Natura Nuswantara Nirmala) berhasil menemukan senyawa aktif antikanker pada ekstrak binatang laut teripang (Sticophus variegatus).

Riset menggembirakan ini membuka peluang penyembuhan penyakit kanker dengan memanfaatkan bahan natural, menggunakan bahan dasar alami dari Indonesia.

"Kita berhasil menemukan suatu senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, sebuah kolaborasi riset dengan LIPI Kimia Serpong. Riset ini merupakan riset pendahuluan dan akan ada penelitian yang lebih lanjut ke depannya,” ujar Henryanto Komala, Direktur Nucleus Farma, dalam sesi sharing informasi hasil awal riset ini dengan media secara virtual, Rabu (17/2/2021). 

Baca juga: Hendri Satrio : Lembaga Riset dan Inovasi Idealnya Bebas dari Kepentingan Politik

Hasil riset ini dipaparkan Prof Syamsudin, mantan Wakil Dekan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila) dengan simpulan hasil pengujian menunjukkan ada kandungan senyawa diantaranya alkaloid, flavonoid, steroid dan triterpenoid.

Baca juga: Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Lakukan Riset Soal Peluang Saliva Gantikan Swab

Senyawa tersebut adalah triterpen glikosida yang merupakan senyawa bioaktif menunjukkan aktivitas antikanker atau aktivitas sitotoksik, senyawa tersebut sudah diberikan kode penamaan NAC1 (Nucleus Anticancer-1).

Proses riset masih harus tetap dilakukan, sehingga dapat terbukti keamanan, kemanfaatan, khasiat serta mutunya. Perlu upaya untuk kolaborasi antara akademisi, industri, praktisi juga masyarakat guna mewujudkan obat antikanker alami.

Baca juga: Gandeng Rolls Royce, Badan Antariksa Inggris Lakukan Riset Luar Angkasa Bertenaga Nuklir

Sehingga potensi ekstrak Sticophus variegatus yang ada di dalam Onogate dapat dikembangkan menjadi obat antikanker sesuai dengan hasil penelitian ini.

Analisis Senyawa Aktifnya

Onogate mengandung ekstrak Sticophus variegatus 500 mg, sudah memiliki POM TR 193 327 431 dan mereknya kini terdaftar di AS dengan pendaftaran merek ONOGATE di US dengan No. 6,209,391.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas