Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Apa Itu Badai Luar Angkasa? Berikut Pengertian dan Efeknya Terhadap Cuaca Luar Angkasa

Badai luar angkasa menghujani elektron di atas Kutub Utara Bumi. Simak penjelasan mengenai badai luar angkasa berikut ini.

Apa Itu Badai Luar Angkasa? Berikut Pengertian dan Efeknya Terhadap Cuaca Luar Angkasa
nbcnews.com
Penjelasan tentang badai luar angkasa yang menghujani elektron di Kutub Utara. 

"Itu bahkan tidak diketahui secara teoritis," tambahnya.

Lyons adalah satu diantara penulis studi tentang penemuan tersebut, yang menyoroti peristiwa cuaca luar angkasa , yang dipublikasikan secara online pada 26 Februari di jurnal Nature Communications.

Ilmuwan dari China, Amerika Serikat, Norwegia, dan Inggris menemukan badai antariksa saat menyisir pengamatan satelit dari Agustus 2014.

Saat satelit mengorbit di sekitar planet dan melewati Kutub Utara, mereka melihat sekilas gangguan besar di atmosfer bagian atas.

LAPAN: ISS, Stasiun Luar Angkasa Dapat Dilihat di Langit Indonesia Setelah Subuh hingga 21 Mei
LAPAN: ISS, Stasiun Luar Angkasa Dapat Dilihat di Langit Indonesia Setelah Subuh hingga 21 Mei (YOUTUBE.COM/NASA)

Badai antariksa spiral berputar kira-kira 125 mil di atas Kutub Utara, berputar di tempat selama hampir delapan jam, kata Lyons.

"Anda bisa melihat aliran plasma berputar, yang seperti angin badai antariksa."

"Aliran ini paling kuat di tepi dan berkurang saat Anda bergerak ke arah mata di tengah, sebelum melanjutkan ke sisi lain, seperti aliran udara dalam badai biasa," kata Lyons.

Berbeda dengan badai biasa yang dapat membuang curah hujan dalam jumlah besar di atas permukaan bumi, para ilmuwan malah mengamati elektron yang menghujani atmosfer bagian atas.

Dikutip dari grid.id, badai luar angkasa ini dilaporkan menyerupai "badai biasa di lapisan atmosfer yang lebih rendah," yang telah diamati di lapisan atmosfer lebih rendah di Mars, Jupiter, dan Saturnus.

Fenomena serupa juga pernah terlihat di matahari, yang dikenal sebagai tornado matahari.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas