Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Apa Itu Tripel Konjungsi Bulan, Jupiter dan Saturnus? Fenomena Astronomi Malam Ini

Berikut adalah penjelasan mengenai Tripel Konjungsi Bulan, Jupiter dan Saturnus. Fenomena astronomi yang bisa dilihat malam ini.

Apa Itu Tripel Konjungsi Bulan, Jupiter dan Saturnus? Fenomena Astronomi Malam Ini
Lapan
Berikut adalah penjelasan mengenai Tripel Konjungsi Bulan, Jupiter dan Saturnus. Fenomena astronomi yang bisa dilihat malam ini. 

Sedangkan di Indonesia, Okultasi Mars ini dapat disaksikan di Sumatera, Kalimantan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

6. Konjungsi Superior Merkurius: 19 April

Merkurius mengalami konjungsi superior pada 19 April pukul 08.56 WIB.

Lapan menjelaskan, konjungsi superior Merkurius adalah konfigurasi yang berlaku khusus pada Merkurius dan Venus, yakni ketika Merkurius, Matahari, dan Bumi terletak pada satu garis lurus dan Merkurius membelakangi Matahari.

Konjungsi superior ini menandai pergantian ketampakan Merkurius yang semula ketika fajar menjadi senja.

7. Konjungsi Bulan-Pollux: 19 April

Pada tanggal yang sama, berlangsung puncak konjungsi Bulan-Pollux tepatnya pada pukul 01.18 WIB atau 02.18 WITA atau 03.18 WIT.

Akan tetapi, fenomena alam ini sudah bisa disaksikan sehari sebelumnya saat fajar bahari dari arah utara-barat laut hingga sebelum tengah malam dari arah barat-barat laut.

8. Fase Bulan Perbani Awal: 20 April

Fase perbani awal adalah salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk sudut siku-siku dan terjadi sebelum fase bulan Purnama.

Puncak fase bulan perbani awal pada pukul 13.58 WIB atau 14.58 WITA atau 15.58 WIT.

Lapan mengatakan fenomena alam ini dapat disaksikan ketika terbit 30 menit setelah tengah hari dari arah timur-timur laut, berkulminasi di arah utara ketika senja bahari dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut 30 menit setelah tengah malam.

9. Konjungsi Merkurius-Venus: 21-30 April

Merkurius akan mengalami konjungsi dengan Venus selama 10 hari berturut-turut.

Sudut pisah Merkurius-Venus awalnya sebesar 4,02 derajat, kemudian mengecil hingga mencapai 1,18 derajat ketika puncak konjungsi pada 25 April dan keesokan harinya, sudut pisah Merkurius-Venus membesar hingga 4,09 derajat.

10. Hujan Meteor Lyrid: 22-23 April

Hujan meteor Lyrid adalah hujan meteor tahunan yang titik radiannya berada di konstelasi Herkules dekat Vega, bintang paling terang di konstelasi Lyra.

Diketahui, hujan meteor Lyrid berasal dari sisa debu komet C/1861 G1 Thatcher.

Sebetulnya, hujan meteor ini aktif sejak tanggal 16-25 April, tetapi puncaknya terjadi pada 22 April pukul 19.00 WIB atau 20.00 WITA, atau 21.00 WIT.

Lapan mengungkapkan, fenomena alam ini bisa diamati sejak terbit di arah barat laut sekitar pukul 22.15 waktu setempat sampai fajar bahari berakhir keesokan harinya.

11. Bulan Purnama Perige (Bulan Super/Supermoon): 27 April

Puncak purnama ini akan terjadi pada pukul 10.31 WIB atau 11.31 WITA atau 12.31.29 WIT dengan jarak geosentrik 357.616 km, berdiameter sudut 33,41 menit busur dan terletak di konstelasi Libra.

Sedangkan perige (garis edar suatu benda langit yang terdekat dengan bumi) Bulan terjadi pukul 22.29 WIB atau 23.29 WITA atau 00.29 WIT dengan jarak geosentrik 357.378 km, berdiameter sudut 33,43 menit busur dan terletak di konstelasi Libra.

Adapun penyebutan Bulan Super atau Supermoon lantaran jaraknya cukup berdekatan dengan titik perige.

12. Perihelion Merkurius: 27 April

Masih di tanggal yang sama, terjadi perihelion Merkurius.

Perihelion secara umum adalah konfigurasi ketika planet berada di titik terdekat dari Matahari.

Perihelion Merkurius terjadi setiap rata-rata 88 hari sekali atau dalam setahun terjadi empat kali.

Perihelion Merkurius pada April, akan terjadi pada 27 April pukul 08.48 WIB atau 09.48 WITA atau 10.48 WIT dengan jarak 46 juta km dari Matahari.

Perihelion Merkurius sebelumnya sudah terjadai pada 29 Januari dan seri berikutnya akan terjadi 24 Juli dan 20 Oktober 2021.

13. Konjungsi Bulan-Antares: 28-29 April

Fenomena alam bulan April ini ditutup dengan konjungsi Bulan-Antares yang kedua.

Hal ini dikarenakan periode sideris Bulan selama 27,32 hari.

Puncak konjungsi Bulan-Antares terjadi pada 29 April pukul 13.07 WIB atau 14.07 WITA atau 15.05 WIT.

Akan tetapi, fenomena ini sudah bisa disaksikan sehari sebelumnya pukul 20.00 waktu setempat dari arah timur-tenggara hingga keesokan paginya ketika fajar bahari dari arah barat-barat daya.

Berita Terkait Fenomena Astronomi

(Tribunnews.com/Widya)

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas