Tribun

Mengenal Teknologi Iron Dome, Sistem Pertahanan Militer Israel yang Halau Roket Hamas dari Gaza

sebagian besar dari roket hamas tak mencapai target karena dihalau teknologi pertahanan udara Israel yang dikenal dengan nama 'Iron Dome'.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Sanusi
zoom-in Mengenal Teknologi Iron Dome, Sistem Pertahanan Militer Israel yang Halau Roket Hamas dari Gaza
AFP/ANAS BABA
Sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) Israel bekerja keras menahan gelombang serangan roket kelompok Hamas dari Jalur Gaza, Selasa 911/5/2021) hingga Rabu (12/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM- Sejak sepekan terakhir, ketegangan di Yerusalem berkecamuk akibat bentrok di pemukiman dekat Masjid Al Aqsa.

Demonstrasi dan aksi kekerasan tak terelakkan hingga jatuh korban jiwa. Respons dari sayap militer Hamas di Gaza pun tak main-main. Sebanyak 1.000 roket dilaporkan telah meluncur dari kawasan Gaza ke Israel sejak Senin (10/5/2021) hingga saat ini.

Beberapa dari roket itu lolos dan menghantam sejumlah kota di Israel seperti Tel Aviv, Ashkelon hingga Haifa. Namun sebagian besar dari roket itu tak mencapai target karena dihalau teknologi pertahanan udara Israel yang dikenal dengan nama 'Iron Dome'.

Baca juga: Penduduk Palestina di Jalur Gaza Rayakan Idul Fitri di Tengah Pemboman Tanpa Henti oleh Israel

Iron Dome adalah sistem pertahanan udara Israel yang berbasis di darat yang ditempatkan di beberapa wilayah dekat Palestina.

Fungsi Iron Dome adalah untuk menghalau roket dan tembakan artileri jarak dekat sebagai antisipasi serangan ke Israel khususnya dari Palestina dan kawasan Libanon.

Mengutip laman Missile Threat, Kamis (13/5/2021), sistem pertahanan ini berisi tiga elemen utama yakni ELM 2084 Multmission Radar (MMR), battle management and weapon control system (BMC), dan unit penembakan yang dilengkapi senjata roket pencegat Tamir.

Baca juga: Apa yang Sebabkan Eskalasi Israel-Palestina Baru-baru Ini? Simak Penjelasan Berikut

Iron Dome dibuat layaknya peluncur roket dari darat. Sistem ini memiliki empat roda yang bisa berpindah tempat. Kemampuan lainnya yakni mampu mendeteksi serangan roket dari jarak 4 hingga 70 kilometer, kemudian meluncurkan roket pencegat Tamir yang akan menghancurkan roket penyerang di udara.

Roket pencegat Tamir memiliki spesifikasi panjang 3 meter, diameter 0,16 meter, dengan berat 90 kilogram. Satu roket ini diperkirakan seharga 100 ribu Dollar AS (Rp1,4 miliar) dapat menempuh jarak hingga 40 kilometer.

Saat invasi dari Hamas, Iron Drome sempat kewalahan menghalau roket dari Gaza hingga meledakkannya di udara. Kecanggihan teknologi ini sempat disiarkan melalui akun pertahanan Israel Defence Forces di media sosial.

Bulir bulir seperti bola api dengan buntut asap terlihat saling bertabrakan dan membuat langit gelap berwarna kemerahan. Begini cara kerja Iron Dome untuk menghalau roket dari sayap Militer Hamas, Brigade Al Qassam.

Sistem pertahanan Iron Dome diperkirakan menghabiskan dana hingga 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun. Satu unit Irone Dome disebut dapat menjaga area seluas 150 kilometer persegi.

Dalam perkembangannya, Iron Dome juga mendapatkan sokongan dari Amerika Serikat. Meski teknologi ini dikembangkan oleh Israel, namun laporan juga menyebut Amerika Serikat turut mendanai pengembangan setelah beroperasi pada 2011.

Berkat dukungan pendanaan itu, AS memiliki hak produksi terhadap Iron Dome Israel. Israel juga membuka kemitraan dengan perusahaan persenjataan AS bernama Raytheon untuk memproduksi beberapa komponen Iron Dome.

Saat ini, Israel memiliki 10 unit Iron Dome yang ditempatkan di beberapa kota. Tiap unitnya terdiri dari tiga hingga empat peluncur stasioner, 20 roket Tamir, dan radar medan perang.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas