Tribun

Ekuinoks September Terjadi Besok, Matahari Melintas Tepat di Garis Khatulistiwa

Fenomena astronomi Ekuinoks akan terjadi pada Kamis (23/9/2021). Ekuinoks adalah fenomena astronomi, yakni saat matahari melintasi garis khatuliswa.

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Whiesa Daniswara
Ekuinoks September Terjadi Besok, Matahari Melintas Tepat di Garis Khatulistiwa
Tribunnews/Irwan Rismawan
Suasana matahari terbenam dari Bukit Cinta di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (27/3/2021). Fenomena astronomi Ekuinoks akan terjadi pada Kamis (23/9/2021). Ekuinoks adalah fenomena astronomi, yakni saat matahari melintasi garis khatuliswa. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Ekuinoks secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September dan biasa disebut Ekuinoks Maret dan Ekuinoks September.

Ekuinoks Maret terjadi saat Matahari dalam perjalanan semu tahunan dari langit belahan selatan menuju ke langit belahan utara.

Sedangkan Ekuinoks September terjadi saat Matahari dalam perjalanan semu tahunan dari langit belahan utara menuju ke langit belahan selatan.

Ekuinoks Maret dikenal juga sebagai Ekuinoks musim semi (vernal equinox) di belahan utara dan Ekuinoks musim gugu (autumnal equinox) di belahan selatan.

Di belahan bumi utara, titik balik musim semi menandakan awal musim semi, sedangkan di belahan bumi Selatan, musim gugur dimulai dan karenanya disebut Ekuinoks musim gugur.

ILUSTRASI Ekuinoks dan Solstis
ILUSTRASI Ekuinoks dan Solstis (theepochtimes.com)

Baca juga: Fenomena Langit Minggu Ke-3 September 2021, Inilah Penjelasannya

Baca juga: Apa Itu Madden Julian Oscillation? Fenomena Alam yang Aktif di Indonesia Pekan Ini

Pengaruh Ekuinoks

Bagi penduduk Bumi yang berada di wilayah yang dilalui garis khatulistiwa saat Ekuinoks, Matahari akan terlihat berada tepat di atas kepala saat siang hari.

Di Indonesia, kota yang dilalui garis Khatulistiwa adalah Kota Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.

Bagi penduduk Bumi di wilayah belahan utara dan selatan, Matahari akan condong ke arah utara atau selatan sejauh lintang tempat masing-masing orang berada.

Mengutip laman LAPAN, pengaruh Ekuinoks lainnya adalah pembagian waktu siang dan malam akan nyaris sama jumlahnya, yaitu masing-masing sekitar 12 jam.

Fenomena Ekuinoks ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebab fenomena ini sering terjadi dan sebagai pertanda peralihan musim saja.

Pada bulan maret Ekuinoks menandakan datangnya musim panas.

Sementara pada bulan September menandakan peralihan musim pans ke musim hujan atau pancaroba.

(Tribunnews.com/Tio)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas