Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Temuan Peneliti: Banyak Pasangan Burung Laut 'Cerai' Gara-gara Perubahan Iklim

Studi terbaru menunjukkan albatros atau burung laut, salah satu hewan paling setia di dunia, 'bercerai' dari pasangannya karena perubahan iklim.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Temuan Peneliti: Banyak Pasangan Burung Laut 'Cerai' Gara-gara Perubahan Iklim
Freepik from wirestock
Ilustrasi burung albatros - Berdasarkan temuan penelitian, banyak pasangan albatros 'bercerai' dipengaruhi perubahan iklim. 

TRIBUNNEWS.COM - Studi terbaru menunjukkan albatros atau burung laut, salah satu hewan paling setia di dunia, 'bercerai' dari pasangannya karena perubahan iklim.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society ini mengamati 15.500 pasangan albatros di Kepulauan Falkland selama 15 tahun.

Dilansir BBC, perceraian albatros pada dasarnya disebabkan pergantian pasangan atau perselingkuhan jika disamakan dengan manusia.

Burung albatros menjalani fase pencarian pasangan dari gagal hingga akhirnya bertemu yang sesuai.

Studi terbaru menunjukkan bahwa albatros atau burung laut yang merupakan salah satu hewan paling setia di dunia, 'bercerai' dari pasangannya karena iklim.
Studi terbaru menunjukkan bahwa albatros atau burung laut yang merupakan salah satu hewan paling setia di dunia, 'bercerai' dari pasangannya karena iklim. (wirestock dari Freepik)

Baca juga: Tiga Penelitian Lintas Bidang Manfaatkan Platform Riset BRIN di Kebun Raya Bogor

Baca juga: Dampak Perubahan Iklim Bagi Kesehatan Manusia

Jika sudah menemukan pasangan yang sesuai, burung laut yang memiliki sayap terbesar ini akan setia seumur hidupnya.

Bahkan, diperkirakan hanya satu persen albatros yang berpisah dari pasangan awalnya.

"Monogami dan ikatan jangka panjang sangat umum bagi albatros," kata Francesco Ventura, peneliti di University of Lisbon dan rekan penulis studi tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Tetapi, pada tahun-tahun yang dicakup oleh penelitian dengan suhu air yang lebih hangat, hingga delapan persen pasangan albatros berpisah.

Perpisahan Pasangan Albatros Disebut karena Lingkungan

Studi ini mengatakan, "perceraian yang didorong oleh lingkungan mungkin merupakan konsekuensi yang diabaikan" dari perubahan iklim.

Biasanya, perceraian albatros dipicu karena pasangan gagal berkembang biak, sehingga mereka akan mencari pasangan baru di musim kawin berikutnya.

Tetapi, temuan menunjukkan banyak pasangan albatros berpisah meskipun memiliki musim kawin yang sukses.

Francesco mengatakan, ada dua kemungkinan teori terkait hal ini, yang pertama yakni perjuangan hubungan jarak jauh.

Air yang menghangat memaksa burung untuk berburu lebih lama dan terbang lebih jauh.

Jika burung kemudian gagal kembali pada waktu musim kawin, pasangannya dapat pindah dengan pasangan baru.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas