Fenomena Bintang ini Bisa Berakibat Buruk Bagi Bumi Bila Terjadi Pada Matahari
Para peneliti dikagetkan dengan sebuah bintang bernama EK Draconis yang berjarak 100 tahun cahaya dengan matahari.
Editor:
Hendra Gunawan
Peneliti menemukan kalau bintang muda seperti Matahari dapat mengeluarkan superflare setiap minggu.
Sementara bintang yang lebih tua seperti Matahari kita mengeluarkan superflare dalam rentang waktu yang lama yaitu 1000 tahun atau lebih.
Superflare sebenarnya tak berbahaya.
Tetapi beberapa proporsi superflare diikuti oleh CME itu yang bisa menjadi berbahaya.
Mengutip Gizmodo, Sabtu (11/12/2021) tim peneliti sendiri mengamati EK Draconis selama 32 malam pada tahun 2020 dengan menggunakan satelit TESS NASA serta Teleskop SEMEI Universitas Kyoto di Jepang.
Di bulan April mereka melihat pemandangan spektakuler. Bintang tersebut melepaskan superflare, diikuti tahap pertama CME.
Tahap yang disebut erupsi filamen itu memancarkan gas plasma dari EK Draconis dengan kecepatan sekitar 1 juta mil per jam.
Namun tim hanya mengamati fase awal lontaran tersebut. Untuk melihat tahap selanjutnya, mereka perlu melihat EK Draconis dalam panjang gelombang yang berbeda menggunakan teleskop ultraviolet dan sinar-X.
"Kami membutuhkan lebih banyak kolaborasi dengan ilmuwan untuk memperkirakan efel yang lebih rinci pada planet," ungka Notsu.
Temuan tentang letusan besar dari bintang mirip Matahari ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy.
(Kontributor Sains, Monika Novena)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Letusan Besar dari Bintang Mirip Matahari Jadi Peringatan Bagi Bumi"
Baca tanpa iklan