Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Mengenal Aphelion, Fenomena Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari, Apa Dampaknya?

Aphelion merupakan fenomena di mana posisi Bumi berada pada titik terjauh dengan Matahari.

Penulis: Devi Rahma Syafira
Editor: Wahyu Gilang Putranto
zoom-in Mengenal Aphelion, Fenomena Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari, Apa Dampaknya?
Pexels.com
Ilustrasi matahari. Fenomena Aphelion: Posisi Bumi Berada Pada Titik Terjauh Matahari dan Dampaknya ke Bumi. 

TRIBUNNEWS.COM - Aphelion merupakan fenomena di mana posisi Bumi berada pada titik terjauh dengan Matahari.

Hal tersebut dikarenakan orbit Bumi tidak sepenuhnya lingkaran sempurna, melainkan berbentuk elips dengan kelonjongan sekitar 1/60.

Dikutip dari lapan.go.id, setiap tahunnya Bumi berada pada jarak terdekat dengan Matahari yang disebut perihelion dan berada pada jarak terjauh dari Matahari yang disebut Aphelion.

Perihelion terjadi setiap Januari, sedangkan Aphelion terjadi setiap bulan Juli.

Dilansir Almanac.com, Perihelion tahun 2022 terjadi pada 4 Januari di 1:52 AM dan Aphelion pada tanggal 4 Juli jam 3:10 AM.

Tahun 2022, Bumi akan berada 91.406.842 mil dari Matahari di perihelion dan 94.509.598 mil dari Matahari di aphelion.

Baca juga: 10 Fenomena Langit 2022 Paling Dinanti: Puncak Hujan Meteor Quadrantid hingga Hujan Meteor Geminid

Baca juga: Daftar 10 Fenomena Astronomis yang Wajib Disaksikan Tahun 2022, Ada Bulan Purnama Super

Ilustrasi matahari tepat di atas kepala
Ilustrasi matahari tepat di atas kepala (Grid.ID)

Dampak ke Bumi

BERITA REKOMENDASI

Secara umum tidak ada dampak yang signifikan pada Bumi.

Dikutip lapan.go.id, saat terjadi Aphelion, posisi matahari berada di belahan Utara Bumi, sehingga tekanan udara di belahan Utara lebih rendah dibanding belahan Selatan yang mengalami musim dingin.

Posisi Bumi yang berada di titik terjauh Matahari tidak akan mempengaruhi panas yang diterima Bumi.

Hal ini dikarenakan panas dari Matahari terdistribusi ke seluruh Bumi, dengan distribusi yang paling signifikan mempengaruhi disebabkan pola angin.

Selain itu,  jarak dari Matahari tidak menentukan musim.


Akan tetapi, ditentukan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi.

Saat musim dingin, bagian Bumi yang ditinggali dimiringkan menjauh dari matahari.

Sedangkan saat musim panas, bagian Bumi yang kita tinggali miring dekat ke arah matahari.

Presesi Apsidal

Aphelion dan Perihelion satu dekade terakhir hingga satu dekade mendatang terjadi sekitar 13-15 setelah titik balik 9soltis) Matahari.

Di masa lalu, tepatnya pada tahun 1248, Perihelion bertepatan dengan Titik Balik Selatan Matahari (saat itu 15 Desember dalam kalender Julian).

Sedangkan, Aphelion bertepatan dengan Titik Balik Utara Matahari (saat itu 15 Juni dalam kalender Julian).

Hal ini menyebabkan durasi musim gugur astronomis di belahan Utara dari ekuinoks September ke Soltis Desember) sama dengan durasi musim dingin astronomis di belahan Utara (dari ekuinoks Maret ke Soltis Juni) dan durasi musim panas astronomis di belahan Utara (dari Soltis Juni ke Ekuinoks September).

(Tribunnews.com/Devi Rahma)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas