Tribun

Ratusan Ribu Meteorit Ditemukan di Antartika

Program AI ini diklaim dapat mengidentifikasi hampir 83 persen wilayah Antartika yang mengandung banyak meteorit dengan sangat akurat.

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ratusan Ribu Meteorit Ditemukan di Antartika
Commons.wikimedia.org
Ilustrasi meteorit 

TRIBUNNEWS.COM -- Sekelompok peneliti mendeteksi keberadaan ratusan ribu batuan luar angkasa, meteorit, di wilayah Antartika.

Batuan-batuan dari ruang angkasa tersebut terdeteksi dalam sebuah program kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Tim peneliti yang berasal dari Belgia itu menduga bahwa dua pertiga dari seluruh meteorit yang ditemukan di Bumi sebelumnya berasal dari Antartika.

Baca juga: Pemilik Berniat Jual Batu Meteorit Jika Harganya Cocok, Ini Respons Peneliti OAIL Palembang

Hal ini dikarenakan Antartika merupakan tempat yang sangat dingin dan kering, sehingga ketika batuan luar angkasa terjatuh kondisinya masih sangat baik.

Dilansir dari Space, Rabu (26/1/2022) sebagian besar meteorit di Antartika yang terperangkap es sering kali berakhir di lautan.

Namun, beberapa dari batuan luar angkasa tersebut berada di permukaan lapisan es pada area itu yang dikenal dengan sebutan blue ice atau es biru.

Baca juga: Profesor Jepang Berharap Kehidupan di Bumi Muncul Disebabkan Meteorit

Apabila perkiraan para peneliti terkait lebih dari 300.000 batuan meteorit yang terkubur di Antartika benar, maka objek ini bisa tetap ditemukan di permukaan es biru.

Tempat ini merupakan area yang memudahkan peneliti lebih mudah untuk menemukan batuan meteor selama pencarian di lapangan.

Kemudian, para peneliti juga menjelaskan bahwa hampir semua batuan luar angkasa terkubur di Antartika yang ditemukan hingga sekarang berasal dari permukaan tersebut.

Namun, area es biru ini biasanya ditemukan karena ketidaksengajaan.
Sehingga, dengan adanya sistem AI, tim peneliti dapat memprediksi beberapa area yang belum sempat dijelajahi.

Baca juga: Meteorit Mars Akan Dipulangkan NASA ke Planet Asalnya Setelah 21 Tahun Berada di Bumi

"Kami menemukan sejumlah area yang belum dijelajahi dengan potensi yang besar untuk menemukan meteorit," papar ahli glasiologi dari Free University of Brussels di Belgia, Veronica Tollenaar.

Menurut studi batuan meteorit terkubur di Antartika yang telah dipublikasikan di jurnal Science Advances pada Rabu (26/1/2022) lalu itu, para peneliti menggunakan perangkat lunak kecerdasan buatan untuk menganalisis data satelit dari seluruh permukaan Antartika.

Dengan begitu, mereka dapat mengidentifikasi zona yang paling berpotensi menampung meteorit yang belum ditemukan sebelumnya.

Tim tersebut menuturkan, pemrograman ini didasarkan dari penyamaan dengan area di mana para ahli telah menemukan batuan luar angkasa.

berita POPULER
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas