Puncak Hujan Meteor Geminid 13-14 Desember 2025 di Indonesia, Simak Tips Melihatnya
Fenomena Puncak Hujan Meteor Geminid akan terjadi pada besok, Sabtu (13/12/2025) hingga Minggu (14/12/2025), simak tips melihatnya.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Nuryanti
Intensitas hujan meteor ini berbanding lurus dengan 100 persen minus persentase tutupan awan dan berbanding terbalik dengan skala Bortle (skala yang menunjukkan tingkat polusi cahaya, semakin besar skalanya maka semakin besar polusi cahaya yang timbul).
Selain itu, intensitas hujan meteor ini juga akan sedikit berkurang karena Bulan berada di dekat zenit saat titik radian sedang terbit.
Tips Melihat Puncak Hujan Meteor Geminid
Dikutip dari NASA, jika tidak berawan, menjauhlah dari cahaya terang, berbaring telentang, dan lihat ke atas.
Ingatlah untuk membiarkan mata Anda menyesuaikan diri dengan kegelapan, karena Anda akan melihat lebih banyak meteor dengan cara itu.
Perlu diingat, penyesuaian ini dapat memakan waktu sekitar 30 menit.
Jangan melihat layar ponsel, karena akan merusak penglihatan malam Anda.
Meteor umumnya dapat dilihat di seluruh langit.
Hindari menonton pancaran karena meteor yang dekat dengannya memiliki jalur yang sangat pendek dan mudah dilewatkan.
Ketika Anda melihat meteor, cobalah untuk melacaknya ke belakang.
Jika Anda berakhir di konstelasi Gemini, ada kemungkinan Anda melihat Geminid.
Mengamati di kota dengan banyak polusi cahaya akan membuat Geminid sulit untuk dilihat, dan mungkin Anda hanya melihat segelintir Geminid.
Geminid memiliki jalur perjalanan 78.000 mph (35 km/s).
Geminid lebih dari 1000 kali lebih cepat dari seekor cheetah, sekitar 250 kali lebih cepat dari mobil tercepat di dunia, dan lebih dari 40 kali lebih cepat dari peluru yang melaju kencang.
Untuk melihat hasil yang lebih jelas, Anda bisa menggunakan bantuan alat optic teropong.
(Tribunnews.com/Latifah)(Tribun-Medan.com/Array A Argus)
Baca tanpa iklan