Dari Luar Angkasa, NASA Deteksi Sesuatu yang Aneh Terjadi 88 Km di Atas Bumi , Apa Itu?
NASA bingung melihat sesuatu yang tidak terlihat dari permukaan tanah, namun terdeteksi dari luar angkasa
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Dari Luar Angkasa, NASA Deteksi Sesuatu yang Aneh Terjadi 88 Km di Atas Bumi , Apa Itu?
Ringkasan Berita:
- NASA mengamati kejadian aneh di atmosfer bagian atas pada tahun 2024 ketika badai menghantam Florida.
- Para ilmuwan tertarik pada hasil amatan NASA ini.
- Amatan ini terbukti memengaruhi satelit dan juga membuktikan bagaimana cuaca di permukaan tanah dapat berdampak hingga ke tingkat yang begitu tinggi.
TRIBUNNEWS.COM - Badan antariksa dunia milik Amerika Serikat, NASA mendeteksi sesuatu yang aneh di atas Bumi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Laporan menyebut, hal yang diamati NASA ini membuktikan kalau apa yang terjadi di permukaan tanah tidak selalu terbatas di situ tetapi juga mempengaruhi kondisi atmosfer.
Fenomena aneh ini terkait dengan Badai Helena, yang menghantam pantai Florida pada September 2024.
Baca juga: Arkeolog: Gunung Padang Piramida Tertua di dunia, Dibangun 25 Ribu Tahun Lalu Bukan Oleh Manusia
Sebuah instrumen di ISS mendeteksi fenomena tak dikenal yang menerobos atmosfer Bumi, sekitar 88 kilometer di atas planet.
"NASA bingung melihat sesuatu yang tidak terlihat dari permukaan tanah, namun terdeteksi dari luar angkasa," tulis laporan WN, Kamis (8/1/2026).
Hal yang mereka lihat adalah gelombang atmosfer, dan melihatnya di ketinggian di atas Bumi.
"Ini menunjukkan kalau peristiwa cuaca ekstrem tidak hanya menghancurkan daratan, tetapi juga berpengaruh pada berbagai lapisan atmosfer. Fenomena tersebut diamati di mesosfer, lapisan ketiga atmosfer Bumi yang membentang dari 50 km hingga 85 km dari permukaan" kata laporan tersebut.
Saat Badai Helene menghantam Florida, sebuah instrumen NASA di atas ISS melihat petunjuk adanya gelombang atmosfer yang biasanya terbentuk ketika peristiwa seperti badai terjadi, lapor Earth.com.
Instrumen Gelombang Atmosfer (Atmospheric Waves Experiment/AWE) dipasang di luar ISS pada tahun 2023 untuk mendeteksi "cahaya atmosfer," yaitu cahaya yang dipancarkan oleh gas di ketinggian.
Ketika Helene menghantam, AWE mengamati pola yang tampak seperti riak di ketinggian di atas Bumi.
NASA mengatakan bahwa ini terjadi karena badai tersebut, yang begitu kuat sehingga mengaduk udara di ketinggian yang sangat jauh.
Pola tersebut bergerak ke arah Barat, yang berarti gangguan tersebut tidak terbatas pada zona badai.
ISS mengorbit 400 kilometer di atas permukaan dan menangkap sesuatu yang tidak muncul dalam pengukuran cuaca biasa.
Hal ini menjadikannya titik pengamatan yang sempurna untuk melakukan pengamatan serupa di masa mendatang.