Misi Bersejarah Artemis II Sukses, NASA Siap Kembali ke Bulan
NASA sukses jalankan Artemis II, misi manusia keliling Bulan pertama sejak Apollo, jadi langkah menuju pendaratan Artemis III
Penulis:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK — Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil menuntaskan misi uji terbang Artemis II yang membawa manusia mengelilingi Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad.
Misi ini dinilai menjadi tonggak penting dalam upaya mengembalikan manusia ke permukaan Bulan.
Empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai California, Jumat (10/4/2026) waktu setempat, setelah menyelesaikan perjalanan hampir 10 hari di ruang angkasa.
Dalam misi tersebut, kru menempuh jarak total lebih dari 694 ribu mil dan mencapai titik terjauh sekitar 252 ribu mil dari Bumi, melampaui rekor sebelumnya yang dicatat misi Apollo 13 pada 1970.
Pencapaian ini menandai kemajuan signifikan dalam eksplorasi manusia ke ruang angkasa dalam.
Baca juga: Link Live Streaming Misi Artemis II NASA, Detik-detik Pendaratan di Bumi
Administrator NASA, Jared Isaacman, menyebut misi Artemis II sebagai keberhasilan yang menunjukkan kesiapan teknologi dan sumber daya manusia untuk tahap eksplorasi berikutnya.
Dikutip dari situs Nasa, keberhasilan ini menjadi dasar penting menuju misi Artemis III yang menargetkan pendaratan manusia di Bulan.
Artemis II diluncurkan pada 1 April 2026 menggunakan roket Space Launch System (SLS) dari Kennedy Space Center, Florida.
Pesawat Orion yang membawa kru menjalani serangkaian pengujian, termasuk sistem pendukung kehidupan, navigasi, serta kemampuan kendali manual selama berada di ruang angkasa.
Selain uji teknologi, kru juga menjalankan sejumlah eksperimen ilmiah untuk mempelajari dampak mikrogravitasi dan radiasi terhadap tubuh manusia.
Data tersebut akan menjadi dasar dalam merancang misi jangka panjang, termasuk rencana pembangunan pangkalan di Bulan dan eksplorasi ke Mars.
Selama melintasi orbit Bulan, kru mendokumentasikan lebih dari 7.000 gambar permukaan Bulan, termasuk fenomena gerhana Matahari, kawah, serta lanskap geologis lainnya.
Dokumentasi ini diharapkan dapat membantu menentukan lokasi pendaratan yang potensial pada misi berikutnya.
Keberhasilan Artemis II juga menegaskan pentingnya kolaborasi internasional.
Selain NASA, misi ini melibatkan kontribusi berbagai mitra global, termasuk Badan Antariksa Kanada (CSA), dalam pengembangan teknologi dan operasional.
Dengan selesainya Artemis II, NASA kini berfokus pada persiapan Artemis III yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.
Misi tersebut akan menguji integrasi antara pesawat Orion dan kendaraan pendarat Bulan, sebagai langkah awal menuju kehadiran manusia secara berkelanjutan di satelit alami Bumi tersebut.
Baca tanpa iklan