Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit Malam April 2026, Ini Waktu Puncak dan Cara Menyaksikannya

Pada tahun 2026, hujan meteor lyrid diperkirakan berlangsung sejak 14 April hingga 30 April, dengan puncak terjadi pada malam 21-22 April.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit Malam April 2026, Ini Waktu Puncak dan Cara Menyaksikannya
LAPAN
HUJAN METEOR - Ilustrasi Hujan Meteor. Pada tahun 2026, hujan meteor lyrid diperkirakan berlangsung sejak 14 April hingga 30 April, dengan puncak terjadi pada malam 21-22 April. 

Kondisi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi para pengamat langit tahun ini.

Asal-usul Lyrid

Hujan meteor lyrid berasal dari puing-puing komet C/1861 G1 Thatcher, yang dikenal juga sebagai Komet Thatcher, dikutip dari https://www.planetary.org/.

Komet ini pertama kali diamati pada tahun 1861 dan memiliki periode orbit yang sangat panjang, yakni sekitar 422 tahun.

Saat Bumi melintasi jalur orbit komet tersebut, partikel-partikel kecil yang tertinggal, sebagian hanya seukuran butiran pasir, masuk ke atmosfer dengan kecepatan sekitar 50 kilometer per detik. 

Gesekan dengan atmosfer menyebabkan partikel ini memanas hingga ribuan derajat Celsius dan terbakar, menghasilkan garis cahaya yang tampak dari permukaan Bumi.

Fenomena inilah yang kita kenal sebagai meteor, sementara sisa partikel yang berhasil mencapai permukaan Bumi disebut meteorit.

Secara visual, meteor lyrid tampak berasal dari satu titik di langit, yaitu di sekitar konstelasi Lyra, yang juga menjadi asal nama 'lyrid'.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, sebenarnya meteor tidak benar-benar muncul dari satu titik tersebut. 

Semua partikel bergerak sejajar, tetapi karena efek perspektif dari Bumi, jalurnya tampak menyebar ke segala arah, mirip seperti garis-garis yang terlihat menyatu di kejauhan saat kita melihat jalan lurus.

Di dalam konstelasi Lyra terdapat bintang terang Vega, yang sering dijadikan acuan bagi pengamat untuk menemukan arah datangnya meteor.

Baca juga: Saat Bumi Terlihat Utuh dari Luar Angkasa, Intip Perjalanan Artemis II ke Bulan

Apakah Bisa Terlihat di Indonesia?

Meskipun Indonesia berada di Belahan Bumi Selatan, peluang untuk menyaksikan hujan meteor lyrid tetap ada, meskipun terbatas. 

Hal ini karena titik pancaran meteor berada cukup rendah di cakrawala jika dilihat dari wilayah selatan.

Namun, beberapa meteor tetap dapat terlihat, terutama:

  • Menjelang dini hari
  • Saat langit cerah tanpa awan
  • Dari lokasi dengan minim cahaya buatan

Jumlah meteor yang terlihat mungkin tidak sebanyak di Belahan Bumi Utara, tetapi pengalaman menyaksikan fenomena ini tetap menarik.

Waktu Terbaik untuk Mengamati

Agar dapat menikmati hujan meteor lyrid secara maksimal, waktu pengamatan sangat penting. 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas