Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pascagempa Situbondo, Beredar Info Adanya Gempa Susulan 7,5 SR dan 8,2 SR, BMKG: Hoax

BMKG memastikan, dua kabar yang menyebutkan akan adanya gempa susulan yang terjadi pascagempa Situbondo, adalah hoax.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sri Juliati
Editor: Fathul Amanah
zoom-in Pascagempa Situbondo, Beredar Info Adanya Gempa Susulan 7,5 SR dan 8,2 SR, BMKG: Hoax
dok. Kemenko PMK
BMKG memastikan, dua kabar yang menyebutkan akan adanya gempa susulan yang terjadi pascagempa Situbondo, adalah hoax. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan, dua kabar yang menyebutkan akan adanya gempa susulan yang terjadi pascagempa Situbondo, adalah hoax.

Setelah gempa berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah Situbondo, Jawa Timur dan sekitarnya, Kamis (11/10/2018) muncul dua informasi yang mengabarkan adanya gempa susulan.

Gempa susulan itu, menurut dua informasi yang beredar tersebut, berkekuatan lebih besar dari gempa sebelumnya serta mengakibatkan tsunami.

Baca: Curhatan Istri Komika Abdur Mendapat Firasat Tak Enak Sesaat Sebelum Gempa Situbondo

Pada informasi pertama, disebutkan agar warga keluar rumah pukul 22.30-23.59 karena potensi gempa susulan sebesar 7,5 SR.

Informasi tersebut meresahkan warga hingga tak sedikit yang bertanya pada BKMG.

Sama halnya dengan informasi kedua yang menyatakan adanya gempa susulan berkekuatan 8,4 SR.

Gempa itu diramalkan terjadi di Madura pada Jumat (12/10/2018) malam pukul 22.45.57 WIB.

Rekomendasi Untuk Anda

Masih menurut info itu, gempa itu juga akan berpontensi tsunami.

Pesan ini tersebar melalui aplikasi pesan WhatsApp yang kemudian diunggah oleh seorang pengguna Twitter, @rlthingy, Kamis (11/10/2018).

Pemilik akun @rlthingy mengungkapkan, dirinya tidak tahu pasti kebenaran pesan tersebut.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada.


Hoaks gempa Madura yang beredar di aplikasi pesan WhatsApp
Hoaks gempa Madura yang beredar di aplikasi pesan WhatsApp (Twitter: BMKG, @infobmkg)

Informasi itu pun langsung dibantah oleh BMKG.

Lewat akun media sosialnya, BMKG menyatakan jika informasi tersebut hoax.

Dalam penjelasannya, BMKG mengungkapkan, gempa susulan memang normal terjadi setelah gempa-gempa besar.

Namun, kekuatan magnitudonya relatif kecil.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas