Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

6 Fakta Milad Ke-106 Muhammadiyah, Digelar di Kota Solo Minggu Malam Ini

Puncak peringatan Milad ke-106 Muhammadiyah akan digelar di Pura Mangkunegaran Solo, Minggu (18/11/2018) malam

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 6 Fakta Milad Ke-106 Muhammadiyah, Digelar di Kota Solo Minggu Malam Ini
youtube
Pendopo Ageng Pura Mangkunegaran 

TRIBUNNEWS.COM - Puncak peringatan Milad ke-106 Muhammadiyah akan digelar di Pura Mangkunegaran, Solo, Minggu (18/11/2018) malam.

Inilah fakta-fakta singkat pemusatan Milad Muhammadiyah di Solo hingga isinya.

1. Maksud digelar di Solo

Cukup membayar Rp 10 ribu, Anda bisa menjelajahi sudut-sudut memesona Pura Mangkunegaran di kota Solo.
Cukup membayar Rp 10 ribu, Anda bisa menjelajahi sudut-sudut memesona Pura Mangkunegaran di kota Solo. (TribunSolo.com/ Chrysnha Pradipha)

Puncak peringatan Milad ke-106 Muhammadiyah akan digelar di Pura Mangkunegaran Solo.

Gelaran ini sekaligus menjadi pemanasan bagi event akbar selanjutnya.

"Yakni akan ada Muktamar Muhammadiyah 48 di Solo pada 2020," kata Wakil Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo, Mohamad Ali, Sabtu (17/11/2018).

Muktamar tersebut rencananya digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini mulai 2018-2020, banyak kegiatan Muhammadiyah secara nasional akan banyak diselenggarakan di Solo," ujar Ali.

2. Tema Milad ke-106 Muhammadiyah

Peringatan Milad ke-106 Muhammadiyah mengangkat tema Ta’awun untuk Negeri.

Ada esensi khusus dengan adanya tema tersebut, yakni rasa prihatin akan rentetan musibah yang ada di Indonesia.

"Tema ini diangkat karena Indonesia tengah diuji oleh banyak musibah bencana alam, persoalan keumatan dan kebangsaan," ujar Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad.

Melalui tema tersebut, Muhammadiyah berkeinginan menggelorakan semangat tolong menolong, kerja sama, dan membangun kebersamaan di tubuh umat dan bangsa.

Tujuannya, agar Indonesia negeri tercinta ini menjadi negeri yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

Muhammadiyah dalam konteks keumatan dan kebangsaan, bahkan dalam konteks kemanusiaan universal, terus menggelorakan praksis Islam.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas