Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

4 Kesalahan Penulisan Ejaan Bahasa Indonesia yang Sering Terjadi, 'di' Dipisah atau Digabung?

Banyak ditemukan kesalahan penulisan ejaan dalam bahasa Indonesia, salah satunya adalah penulisan 'di' antara dipisah atau digabung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitriana Andriyani
zoom-in 4 Kesalahan Penulisan Ejaan Bahasa Indonesia yang Sering Terjadi, 'di' Dipisah atau Digabung?
kata.co.id
Ilustrasi: Banyak ditemukan kesalahan penulisan ejaan dalam bahasa Indonesia, salah satunya adalah penulisan 'di' antara dipisah atau digabung. 

Penggunaan kata 'di mana' dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai kata untuk menanyakan tempat atau lokasi.

"Di mana kamu membeli buku itu?"

M. Ramlan seorang guru besar linguistik dari Universitas Gadjah Mada mengatakan penggunaan 'di mana' sebagai penghubung dalam kalimat dipengaruhi oleh bahasa Inggris.

3. Penggunaan huruf kapital dalam penulisan judul

Banyak yang menuliskan judul menggunakan huruf kapital di awal setiap kata.

Padahal, tidak semua kata harus dituliskan dengan huruf awal kapital.

Beberapa kata harus dituliskan dengan huruf awal kecil.

Rekomendasi Untuk Anda

Kata-kata tersebut adalah kata hubung seperti 'di', 'ke', 'dari', 'pada', 'degan', 'dan', 'dalam', 'atau', 'terhadap', dan lain sebagainya.

Contoh: "Presiden Jokowi Blusukan ke Pasar Klewer Solo"

4. Penulisan bentuk terikat 

Bentuk terikat penulisannya harus digabung dengan kata yang diikutinya.

Dalam bahasa Indoneisa, bentuk terikat yang sering salah penulisannya adalah maha-, tuna-, antar-, pasca-, ekstra-, multi-, dan sebagainya.

Beberapa ornag menuliskannya dengan terpisah menjadi:

Maha kuasa

Tuna netra

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas