Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perdebatan Harga Pasar Jokowi-Sandi Sengit, Lembaga Survei: Pilpres 2019 Akan Lebih Rasional

Perdebatan harga pasar antara Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo dengan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menjadi semakin sengit

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
zoom-in Perdebatan Harga Pasar Jokowi-Sandi Sengit, Lembaga Survei: Pilpres 2019 Akan Lebih Rasional
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Direktur Eksekutif Lembaga Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, mengatakan perdebatan Jokowi dengan Sandiaga tentang harga pasar menunjukkan bahwa pilpers 2019 akan lebih rasional. 

TRIBUNNEWS.COM - Perdebatan harga pasar antara Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dengan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menjadi semakin sengit.

Perdebatan harga pasar yang sengit ini, menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median, Rico Marbun, perdebatan tersebut menunjukkan bahwa pilpers 2019 akan lebih rasional.

Pernyataan tersebut, Rico kemukakan dalam acara Aiman di Kompas TV, Senin (26/11/2018).

"Jadi pertarungan Pilpres 2019 nanti pertarungan yang menurut saya lebih rasional daripada pertarungan yang kita lihat beberapa waktu lalu di Pilkada DKI," ujar Rico.

Baca: Fakta Terbaru Kasus Dana Kemah Pemuda, Dahnil Anzar sebut Sikap Kepolisian Menghina Jokowi

Survei terbaru dari Median menyebutkan, kegelisahan warga saat ini adalah masalah ekonomi.

Maka dari itu, Rico tidak heran jika pertarungan pilpres 2019 akan lebih banyak dihabiskan di pasar.

"Variabel paling besar yang memengaruhi cara orang memilih itu adalah kinerja dan performa ekonomi. Nomor satu itu," ucap Rico.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal tersebut membuat masyarakat menentukan pilihan berdasarkan persoalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Baca: Jokowi sebut Orang Super Kaya Tak Pernah ke Pasar tapi Bilang Harga Mahal, Sandiaga: Itu Bukan Saya

"2019 ini faktor rasional jauh lebih besar, itu faktor ekonomi. Politik identitas sudah tidak laku lagi," tambah Rico.

Rico juga mengatakan, petahana memiliki tingkat keterpilihan lebih tinggi daripada penantangnya.

Namun jika petahana tak mampu mengantisipasi isu ekonomi, dirinya bisa saja kalah.

Maka dari itu, jika Jokowi ingin menang di Pilpres 2019, dirinya harus membuat ekonomi stabil.

Baca: Dukung Prabowo-Sandiaga, Begini Reaksi Rhoma Irama Saat Lihat Foto Megawati dan Jokowi

Menurut Rico, Jokowi sudah menyadari akan hal ini.

Maka dari itu, Jokowi terus mengimbangi strategi Sandiaga yang terus menyebut harga pasar naik.

"Mau tidak mau dia habis-habisan begitu," ucap Rico.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas