Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal Cap Cloud, Fenomena Awan Topi di Puncak Mahameru yang Ternyata Berbahaya bagi Pendaki

Dikutip Tribunnews.com dari akun Instagram @infobmkg, fenomena awan bertopi yang menyelimuti puncak Semeru disebut sebagai Cap Cloud.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fathul Amanah
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Mengenal Cap Cloud, Fenomena Awan Topi di Puncak Mahameru yang Ternyata Berbahaya bagi Pendaki
Instagram/yusfiard
Fenomena alam awan bertopi di Puncak Semeru ternyata berbahaya bagi pendaki 

Turbulensi atau pusaran angin yang membentuk awan tersebut menyebabkan suhu di puncak gunung menjadi sangat dingin.

Hal ini berbahaya bagi para pendaki karena dapat menyebabkan hypothermia.

Hypothermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.

Gejala hypothermia ringan ditandai dengan penderita berbicara melantur, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot sebagai usaha tubuh untuk menghasilkan panas.

Pada penderita hypothermia moderat, detak jantung dan respirasi melemah hingga hanya 3-4 kali bernapas dalam satu menit.

Semenatara di tingkat yang lebih parah, penderita tidak sadar diri, badan menjadi sangat kaku, pernapasan sangat lambat hingga kehilangan panas tubuh.

(Tribunnews.com/Fathul Amanah)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas